Share

Menteri Basuki Kebut Infrastruktur Darurat Banjir di Sintang, Rampung Maret 2022

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 470 2514484 menteri-basuki-kebut-infrastruktur-darurat-banjir-di-sintang-rampung-maret-2022-p8Kl0mjHfs.jpg Banjir Bandang Sintang (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditargetkan infrastruktur pengendalian banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat akan selesai dikerjakan pada Maret 2022.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, banjir yang terjadi di Kabupaten Sintang terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air (catchment area) di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sudah banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai yang padat penduduk.

Mengantisipasi hal itu, Menteri Basuki, PUPR sudah memasang geobag yang kuat di area yang tepat, yang terdampak besar, seperti pusat ekonomi kota sebagai penanganan jangka pendek.

Baca Juga: Senang Investasi Luar Jawa Lebih Tinggi, Jokowi: Bukti Infrastruktur Merata di RI

"Saya sudah menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1 dan PT. Wijaya Karya untuk bekerja dan segera menyelesaikannya karena BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi di sekitar Januari-Februari 2022" ujar Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan tanggul akan dilakukan sepanjang 13,2 km di sepanjang wilayah alur Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang terjadi genangan.

Baca Juga: Arahan Presiden Jokowi, Lanjut Bangun Infrastruktur tapi Lebih Berkualitas

"Pembangunan tanggul tersebut terbagi di tiga titik/kluster, pertama sepanjang 7,3 km yang akan melindungi area Kota Sintang, selanjutnya sepanjang 3,2 km yang melindungi area Pasar Cina dan sepanjang 2,7 km yang melindungi area Keraton. Ditargetkan semua tanggul tersebut selesai Maret 2022, utamanya prioritas yang sepanjang 7,3 km," kata Jarot.

Kemudian untuk penanganan jangka menengah, Jarot mengatakan akan melakukan rehabilitasi danau-danau alami di sekitar Sungai Kapuas dan Melawi sebagai kolam retensi (retarding basin).

"Di Sungai Kapuas ada sekitar 35 danau alami, tahun 2022 Ditjen SDA programkan 4 danau yang akan direhabilitasi melalui pengerukan sedimentasi. Akan dikerahkan 10 excavator amphibi untuk pengerukan danau," katanya.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, Jarot mengungkapkan pada tahun 2022 akan memulai survei, investigasi dan desain (SID) pembangunan Bendungan Sungai Pinoh yang merupakan anak Sungai Melawi.

"Ditargetkan bendungan dengan rencana kapasitas tampung 30 juta m3 sudah mulai konstruksi di tahun 2023," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini