Share

Bandara Kualanamu Saingi Changi, Ini Manfaatnya

Antara, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 320 2516238 bandara-kualanamu-saingi-changi-ini-manfaatnya-ubrQLqRgQx.jpg Bandara Kualanamu bakal saingi Bandara Changi dan KLIA (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengembangan Bandara Kualanamu berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat dari sisi peningkatan lapangan kerja di Sumatera Utara. Bandara Kualanamu dikembangkan oleh PT Angkasa Pura (AP) II yang bermitra dengan GMR Airports, perusahaan operator bandara yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Aeroports De Paris (ADP), dinilai bisa menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi di wilayah Sumatera Utara.

Kemitraan strategis ini akan menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub di Asia Tenggara yang mencakup Asia Selatan dan Kawasan Indo-China.

Baca Juga: Bandara Kualanamu Bisa Saingi Changi dan KLIA?

"Dampaknya akan positif bagi ekonomi Sumatra Utara, terutama sektor pariwisata. Dengan kerja sama ini maka Sumatera Utara terekspos ke luar negeri sehingga diharapkan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara,” kata Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo, Senin (13/12/2021).

Untuk menjadikan sebuah bandara sebagai hub internasional diperlukan berbagai fasilitas pendukung seperti MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul), peningkatan aktivitas ground handling, kargo, lounge, dan area komersial.

Baca Juga: Dikelola Perusahaan India, Bandara Kualanamu Siap Saingi Changi Airport

Dia menjelaskan letak Bandara Kualanamu yang cukup dekat dengan Medan, juga menjadi daya tarik bagi para pelancong dan calon investor untuk mengembangkan pusat ekonomi di kawasan tersebut. Hal ini dapat menjadikan Medan sebagai kota berkelas internasional yang mampu bersaing dengan Kuala Lumpur dan Singapura.

“Kemitraan ini memiliki efek berganda yang besar sehingga berpotensi menaikkan tingkat perekonomian Sumatera Utara yang jika dikelola baik akan menjadi salah satu daerah yang maju, apalagi wilayah sedang menuntaskan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Terlebih ujung utara Pulau Sumatra itu telah ditetapkan sebagai destinasi prioritas nasional, khususnya kawasan Danau Toba yang kini telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Data BPS menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara yang melancong ke Sumatera utara pada tahun 2019 sebanyak 258.822, sementara pada saat memasuki pandemi COVID-19 tahun 2020 hanya mencapai 44.285 orang.

Ario menilai, selain memacu lalu lintas wisatawan baik asing maupun domestik, kemitraan ini juga akan mengerek investasi di Sumatra Utara yang dapat meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurut catatan BI, pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2022 bisa mengikuti target nasional di rentang 4,7-5,5%, sementara tahun 2021, pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa mencapai 3,2-4,0%.

"Investasi masuknya dari perjalanan atau traveling. Jadi dengan Bandara Kualanamu jadi internasional hub akan mendatangkan investasi masuk ke wilayah Sumatra Utara karena potensi yang besar," ujarnya.

Ario menambahkan terpacunya investasi dan pariwisata akan mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemitraan AP II bersama GMR Consortium terbentuk melalui perusahaan patungan bernama PT Angkasa Pura Aviasi, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh AP II sebesar 51%.

Angkasa Pura Aviasi akan mengoperasikan Bandara Kualanamu dengan pola kemitraan strategis selama 25 tahun senilai USD6 miliar melalui skema BOT (Build-Operate-Transfer), yang pada akhir kerja sama seluruh aset akan diserahterimakan kembali kepada AP II.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini