JAKARTA - Emiten penyedia layanan televisi kabel dan internet PT Link Net Tbk (LINK) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp3,07 triliun pada tahun depan.
“Rencanananya dana belanja modal ini sebagian besar akan dilakukan untuk ekspansi ke kota baru,” kata Presiden Direktur dan CEO Link Net, Marlo Budiman seperti dikutip Harian Neraca (14/12/2021).
Disampaikannya, perseroan melakukan ekspansi ke Sukabumi dan Purwokerto. Selain untuk ekspansi, belanja modal perseroan juga akan dialokasikan untuk penyediaan modem dan wifi routers di rumah pelanggan.
Baca Juga: Tak Semua IPO Direstui BEI, Ini Alasannya
Sementara itu, sebagian besar dana capex yang lain dialokasikan untuk migrasi jaringan LINK dari tiang-tiang PLN, dan untuk melakukan pembaruan (upgrade) serta maintenance.
Hingga saat ini, proses migrasi jaringan LINK tersebut telah mencapai 55%. Nantinya, setelah migrasi selesai, dampaknya sekitar 3,5% di ebitda level dan bottom line. Setelah perseroan mendapatkan 100% independensi terhadap tiang-tiang tersebut, tentunya tidak ada lagi revenue sharing.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan LINK, Johannes mengatakan, anggaran capex perseroan pada 2022 berasal dari kombinasi arus kas internal perseroan dan dari pembiayaan lembaga keuangan. "Sebagian besar diusahakan akan didukung dari internal arus kas Link Net sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Adaro Minerals Incar Dana IPO Rp604,85 Miliar, Tawarkan Harga Rp100-Rp125/Saham
Tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatannya mampu tumbuh di high-single digit. Disampaikan Johannes, pendapatan Link Net di 2021 diekspektasikan tumbuh di high single digit dibandingkan tahun 2020.
“Pertumbuhan kami didukung oleh penambahan jumlah pelanggan residensial yang cukup besar, terutama berasal dari perumahan dan apartemen," katanya.
Dia melanjutkan, pendapatan LINK diperkirakan 80% disumbang oleh segmen residensial dan 20% berasal dari enterprise. Adapun perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp3,1 triliun di 2021 untuk mencapai target pertumbuhan tersebut.
Johannes menjelaskan, capex tersebut sudah dialokasikan untuk proyek migrasi dan juga untuk kegiatan bisnis as usual. "Realisasi sampai saat ini, kita harap mendekati angka 95-97% sampai akhir 2021. Jadi kita harap capex akan terserap 95-97%," ucap dia.
Untuk tahun depan, Johannes memperkirakan hal yang sama akan terjadi, yakni pendapatan perseroan akan tumbuh di high-single digit.
(Taufik Fajar)