Share

7 Jurus BI Jaga Stabilitas Makroekonomi dan Sistem Keuangan RI

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2518045 7-jurus-bi-jaga-stabilitas-makroekonomi-dan-sistem-keuangan-ri-NLuxWv3zLM.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut, melalui berbagai langkah.

"Langkah pertama adalah menegaskan arah bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2022 sebagaimana disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 tanggal 24 November 2021," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, di Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: BI Buka Layanan Tukar Uang Rusak, Begini Caranya

Kedua, melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Ketiga, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.

Bank Indonesia juga melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Ketiga, melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif.

Baca Juga: Gubernur BI Ungkap Negara Berkembang Masih Sulit Dapat Vaksin, Kok Bisa?

Keempat, memperkuat kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman perkembangan spread suku bunga kredit terhadap suku bunga deposito per kelompok bank (Lampiran). Kelima, melanjutkan masa berlaku tarif SKNBI sebesar Rp1 dari Bank Indonesia ke bank dan maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah, dari semula berakhir 31 Desember 2021 menjadi sampai dengan 30 Juni 2022 untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Keenam, menargetkan 15 juta pengguna baru QRIS pada 2022 untuk mendorong peningkatan transaksi QRIS melalui koordinasi dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran dan Kementerian/Lembaga terkait. Ketujuh, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait. Pada Desember 2021 dan Januari 2022 akan diselenggarakan promosi investasi di Tiongkok dan Finlandia.

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan "Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini