Strategi UKM Berkelas Dunia, dari Desain, Kemitraan hingga Pelatihan

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Sabtu 18 Desember 2021 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 18 455 2518931 strategi-ukm-berkelas-dunia-dari-desain-kemitraan-hingga-pelatihan-uVe8YCysoY.jpg Upaya Tingkatkan Kualitas UKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM berupaya membuat UKM berkualitas dan beradaya saing. Beragam cara disiapkan salah satunya pelatihan dengan para ahli.

Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman menekankan bahwa membangun UKM itu memerlukan desain yang tepat, termasuk pelatihan yang efektif.

"Belajar dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, pelatihan atau peningkatan SDM harus dilakukan ahlinya, bukan pekerja sambilan," tegas Hanung, Sabtu (18/12/2021).

Selain itu, pemateri juga dilakukan pelaku usaha langsung atau praktisi, seperti lawyer, ahli marketing dari perusahaan, dan sebagainya.

Baca Juga: Aksi Jokowi Beli Jaket dari UMKM Blora, Netizen: Super Keren Pak

KemenKopUKM pun berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor, Sippo, Prasetya Mulya (Manajemen Bisnis UKM),Yayasan Dana Bhakti Astra (YDBA) Universitas Padjajaran (UKM bidang perternakan), IPB (UKM Perikanan dan Pertanian), Telkomsel, yayasan Dharma Bhakti Astra, Indo-Eximpro, Lapenkop, Sekolah Ekspor, Star Training & Consultant, dan LSP Dekopin.

Hanung menambahkan, para UKM sangat antusias dengan pelatihan daring, melalui rangkaian Webinar Nasional Intensif Kampus UKM yang diikuti 9.464 partisipan. Terdiri dari 7.085 peserta webinar peningkatan kapasitas usaha dan 2.379 peserta pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Salah satu indikator kinerja kami adalah peningkatan kompetensi SDM UKM," tandas Hanung.

Baca Juga: UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021, Catatkan Transaksi Business Matching USD 72,13 Juta

Berdasarkan pengolahan hasil data pre test dan post test dari keseluruhan pelatihan yang dilaksanakan (79 angkatan), telah dilakukan sampling 20 angkatan. Hasilnya, peserta pelatihan yang mengalami kenaikan kompetensi sebanyak 70,17% orang dengan kenaikan nilai rata-rata 23,97%.

"Hal ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan perbaikan berkelanjutan," ungkap Hanung.

Di samping itu, Hanung menjabarkan bahwa sesuai mandat PP 7 Tahun 2021 menyebutkan bahwa kemitraan menjadi salah satu pendorong loncatan kinerja UMKM.

"Tahun ini, kami melakukan kemitraan dengan beberapa usaha besar, BUMN, hingga retail internasional," tukas Hanung.

Di antaranya, dalam program perluasan pasar produk UKM melalui UNIQLO Neighborhood Collaboration, Teras Indonesia IKEA, InaProduct, Accor Group, MNC Group, dan lain-lain.

UKM juga didorong masuk ke rantai nilai industri dengan melakukan piloting bersama 9 BUMN, seperti Pertamina, Krakatau steel, PLN, Perhutani, Kimia Farma, RNI, BRI, dan Telkomsel.

"Data sementara menunjukkan 304 UKM bermitra dengan BUMN," ungkap Hanung.

Hanung juga merujuk bahwa UKM Indonesia harus belajar dari Jepang, Korea Selatan, dan China.

"Di sana, UMKM-nya menjadi bagian rantai pasok industrinya mulai dari hulunya. Bahkan, di Jepang, UMKM menyediakan komponen otomotifnya," imbuh Hanung.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan efektifitas program, Hanung menyebut pihaknya memerlukan insight, analisis keberhasilan, dan manfaat programnya dari lembaga survei/riset independen.

"Dalam menjalankan program pada tahun-tahun mendatang, sejak awal kami akan melibatkan lembaga survei atau riset independen sebagai parner. "Diantaranya, melakukan survei terkait dampak program dan kebijakan, melakukan fungsi visualisasi analisis data dan implementasi program yang lebih terukur," pungkas Hanung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini