60 Juta UMKM Indonesia, Baru 11% yang Daftar Hak Kekayaan Intelektual

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 320 2521581 60-juta-umkm-indonesia-baru-11-yang-daftar-hak-kekayaan-intelektual-4sk73KT6S0.jpg Baru 11% UMKM yang Daftar HAKI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Lebih dari 60 juta UMKM aktif, tapi baru 11% yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual terdaftar. PadahalĀ  HAKI menjadi salah satu cara untuk meningkatkan UMKM agar bisa tembus pasar nasional dan global.Ā 

Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, perlunya mensosialisasaikan kekayaan intelektual kepada kelompok UMKM. Salah satu cara dengan menggandeng Intellectual Property Studies Center (IPSC), yang merupakan wadah dalam mengembangkan pengetahuan tentang kekayaan intelektual kepada masyarakat Indonesia.

Baca Juga:Ā UMKM Dapat Jatah Lapak di Bandara hingga Rest Area, Ini Aturannya

ā€œKami perlu bekerjasama dengan NGO seperti IPSC untuk mengakselerasi sosialisasi tentang Kekayaan Intelektual di Indonesia sampai angka perkembangannya terus naikā€ kata Ari Juliano, Kamis (23/12/2021).Ā Ā 

Founder IPSC Khoirul Anam mengatakan, masih banyak pelaku usaha UMKM yang belum sadar akan pentingnya mendaftarkan Hak Kekayaan Inetelektual.

Baca Juga:Ā 383 UMKM 'Kawin Massal' dengan Investor, Menteri Bahlil: Biar Naik Kelas

ā€œTujuan pendirian IPSC sendiri yaitu kami ingin masyarakat ā€œPelaku Usahaā€ lebih aware terhadap Hak kekayaan Intelektualnya, khususnya UMKM, maka dari itu, fokus kami atau segmentasi utama kami yaitu kelompok UMKM, kami ingin umkm bisa tembus di pasar nasional bahkan global, salah satu caranya yaitu mereka harus memiliki Hak Kekayaan Intelektual terdaftarā€ katanya.

Sementara itu, Ketua Umum AKHKI Suyud Margono mengatakan, dukungan terhadap UMKM yang ingin melakukan Permohonan pendaftaran Kekayaan Intelektualnya, karena hal tersebut sangatlah penting untuk membawa umkm masuk ke Pasar Global.

ā€œKami konsultan HAKI tentu juga mendorong UMKM untuk melakukan pendaftaran Kekayaan Intelektualnya di Direktorat Merek, apalagi sekarang sudah ada Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang biaya PNBP yang lebih murah untuk UMKM, yang penting dapat menunjukkan keterangan UMKM dari Dinas terkait. Kemudian Penting bagi umkm untuk memiliki Kekayaan Intelektual terdaftar jika ingin masuk ke Pasar Global, karena hal tersebut menjadi syarat mutlak yang tidak dapat dihindariā€ ujar Suyud Margono.Ā 

Namun ada beberapa faktor yang membuat UMKM kurang aware terhadap Hak Kekayaan intelektualnya, yang pertama kurangnya sosialisi dari kelompok stakeholder, baik dari pemerintah maupun dari NGO, kedua kurangnya jaringan dan yang ketiga minimnya profit sebagian besar UMKM.

ā€œTerdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa umkm tidak begitu aware terhadap KI nya, yang pertama kurangnya sosialisasi dari Stake holder baik dari Pemerintah maupun NGO, kedua kurangnya jaringan dalam mengembangkan usahanya dan yang ketiga minimnya Profit sebagian besar umkm, karena pada faktanya banyak umkm yang masih memiliki pendapatan kecil dan bahkan mungkin cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari dari pelaku UMKM sendiri, hal tersebut juga bagian dari pengeluaran, sehingga sampai saat ini belum dianggap penting, maka dari itu kami berharap sosialisasi dan sosialisasi tentang pentingnya Kekayaan Intelektual dari Pemerintah maupun Lembaga NGO seperti IPSC ini,ā€ ujarĀ Founder Kampar HarapanĀ Gusti Amri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini