Share

UMKM Dapat Jatah Lapak di Bandara hingga Rest Area, Ini Aturannya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 320 2521006 umkm-dapat-jatah-lapak-di-bandara-hingga-rest-area-ini-aturannya-QUBG7Noeca.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut bahwa Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat tempat untuk menjalankan usaha di ruang publik seperti bandara hingga jalan tol. Hal ini manfaat dari Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha.

"Kami juga di Undang-undang Cipta Kerja sudah diatur 30% ruang publik seperti pelabuhan, terminal, bandara, rest area di jalan tol 30% untuk UMKM," kata Teten dalam video virtual, Rabu (22/12/2021).

Kemudian kata dia, 40% belanja pemerintah juga mesti menyerap produk UMKM. Produk yang bisa diserap pun beragam seperti makanan hingga alat tulis kantor.

Baca Juga: 5 Fakta BLT UMKM Rp1,2 Juta yang Membantu Kelanjutan Bisnis Pengusaha

"40% belanja pemerintah sekarang harus menyerap produk UMKM, kuliner bisa jualan lewat online untuk rapat-rapat di kantor, lewat bela pengadaan," tuturnya.

"Sekarang Bapak Ibu sekalian bisa juga menjadi vendor pengadaan pemerintah untuk furnitur, alat tulis kantor, macam-macam, permesinan dan lain sebagainya, alat pertanian, alat kesehatan," tambahnya.

Dia juga menambahkan akan bekerjasama dengan BUMN agar bisa mempromosikan UMKM. Adapun, saling berintegrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Strategi UKM Berkelas Dunia, dari Desain, Kemitraan hingga Pelatihan

"UMKM itu adalah tulang punggung ekonomi jadi harus bekerjsama saling membangun," imbuhnya.

Selain itu, komponen produk umkm juga bisa diperkenalkan oleh BUMN. Dalam sistem produksinya, UMKM Indonesia bisa bersainh dengan Jepang Amerika dan China, asalkan terintegrasi.

"Jepang, Amerika Serikat dan China, UMKM tidak berdiri sendiri tapi bagian dari rantai pasok industri nasionalnya," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini