Share

Erick Thohir Larang Serikat Pekerja Pertamina Mogok Kerja!

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 320 2521677 erick-thohir-larang-serikat-pekerja-pertamina-mogok-kerja-8zUiR5CqYQ.jpg Erick Thohir Larang Serikat Pekerja Pertamina Mogok Kerja. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Kementerian BUMN buka suara soal rencana mogok kerja yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Kementerian BUMN menegaskan bahwa tindakan tersebut dilarang karena berpengaruh pada penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, penyediaan BBM adalah aktivitas strategis nasional, karena itu pemogokan yang akan dilakukan FSPPB pada 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022 dilarang.

Baca Juga: Serikat Pekerja Pertamina Mau Mogok Kerja, Ahok: Tanya ke Direksi

"Kami imbau agar tidak dilakukan (pemogokan kerja) karena dilarang," ujar Pahala saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Kamis (23/12/2021).

Sebelumnya, FSPPB mengancam mogok kerja karena perusahaan migas pelat merah itu dinilai gagal membangun hubungan harmonis dengan para pekerja.

Baca Juga: Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja, Ini Reaksi Pertamina

Mengenai ancaman mogok kerja tersebut, VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman memastikan kebutuhan pemenuhan bahan bakar minyak kepada masyarakat tersalurkan.

Fajriyah menyebut, Pertamina dan seluruh pekerjanya bertanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintah untuk memastikan ketahanan energi nasional,

"Pekerja juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan penugasan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG hingga ke pelosok wilayah 3T agar masyarakat terus dapat beraktivitas," kata Fajriyah dalam keterangan resmi.

Menurutnya, terlebih saat ini, Indonesia sedang berjuang keluar dari pandemi Covid-19 sehingga roda perekonomian nasional harus terus didorong bergerak.

"Untuk itu, kami berharap seluruh pekerja Pertamina ikut bertanggung jawab dalam mengamankan objek vital nasional (obvitnas) di area operasi dan menjauhkan dari segala ancaman dan gangguan sebagai bentuk kontribusi kita pada bangsa dan negara, mengingat kawasan, infrastruktur dan instalasi energi tersebut sangat diperlukan untuk melayani kebutuhan energi di seluruh wilayah Indonesia," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini