Share

Dolar AS Melemah Tipis Jelang Libur Natal

Antara, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 278 2521818 dolar-as-melemah-tipis-jelang-libur-natal-EffMYaPa7o.jpg Dolar AS Melemah. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Nilai tukar dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada akhir perdagangan Kamis. Berkurangnya kekhawatiran terhadap dampak varian virus corona Omicron mendorong kurs mata uang berisiko naik seperti dolar Australia dan Pound Inggris.

Menjelang liburan dan long weekend yang diperpanjang di Amerika Serikat, sebagian besar mata uang utama bertahan pada kisaran sempit.

Baca Juga: Dolar AS Lesu, Investor Beralih ke Mata Uang Berisiko

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,08% pada 96,031. Indeks tetap mendekati level tertinggi 16 bulan yang dicapai akhir bulan lalu.

"Kekhawatiran tentang tingkat keparahan varian Omicron memudar, yang mendorong permintaan untuk mata uang dan kelas aset yang lebih berisiko sementara menekan tempat berlindung yang aman (safe haven) seperti dolar AS, yen Jepang, dan obligasi pemerintah," Ahli Strategi Western Union Business Solutions, George Vessey, dikutip dari Antara, Jumat (24/12/2021).

Baca Juga: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS Diturunkan, Dolar Lesu

Kabar optimis tentang vaksin dan rawat inap terkait Omicron juga membantu meningkatkan selera investor terhadap aset risiko. Hal ini mengangkat saham dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi.

Sementara itu, dua produsen vaksin mengatakan bahwa suntikan vaksin terlindungi dari Omicron ketika data Inggris menunjukkan varian tersebut dapat menyebabkan kasus rumah sakit yang lebih sedikit secara proporsional daripada varian Delta. Meskipun pakar kesehatan masyarakat memperingatkan pertempuran melawan Covid-19 masih jauh dari selesai.

 Adapun aset berisiko seperti Dolar Australia naik 0,44% menjadi USD0,7247. Sterling menguat 0,46% terhadap dolar, diuntungkan dari pergerakan yang lebih tinggi dalam imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek Inggris serta laporan yang meyakinkan tentang varian Omicron.

Di tempat lain, lira Turki memperpanjang rebound mengejutkannya minggu ini, melonjak lagi 4,0% pada USD11,5, setelah diperdagangkan ke terlemah 18,4.

Keuntungan besar pada lira datang setelah Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah dan bank sentral akan menjamin beberapa deposito mata uang lokal terhadap kerugian depresiasi valas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini