Share

Teken Kerja Sama, Jepang Bantu Indonesia Percepat Transisi Energi

Oktiani Endarwati, Koran SI · Senin 10 Januari 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 320 2529969 teken-kerja-sama-jepang-bantu-indonesia-percepat-transisi-energi-AJGEhhAFaJ.jpg Indonesia-Jepang Kerjasama Transisi Energi. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Indonesia-Jepang melakukan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Cooperation/MoC) tentang Realization of Energy Transitions bersama. Penandatangan dilakukan Menteri Ekonomi, Perdangangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Penandatangan ini dimaksudkan memfasilitasi kerjasama energi antara kedua pihak guna merealisasikan transisi energi.

"Terima atas inisiatif terlaksananya kerjasama dan penandatangan MoC ini. Ini tentu saja upaya yang luar biasa dari pihak Jepang," ujar Arifin usai penandatangan MoC, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Potensi Energi Baru Terbarukan di Indonesia Capai 3.000 Gigawatt

Arifin melanjutkan, pelaksanaan transisi energi di Indonesia perlu mendapat dukungan dari mitra internasional demi target pencapaian Net Zero Emission (NZE) di 2060.

"Kami mengundang partisipasi investor supaya bisa mendukung program Indonesia. Beberapa perangkat kebijakan yang kami lakukan adalah memberikan kemudahan berbisnis dan menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif EBT," jelasnya.

Arifin mengakui, sektor energi dipastikan akan menghadapi tantangan besar di masa mendatang. Masih ada kecenderungan akan tingginya ketergantungan energi fosil. Adanya kerja sama ini diharapkan mampu menjadi proses alih teknologi demi mewujudkan percepatan transisi energi.

Baca Juga: RI-Jerman Kembangkan Energi Terbarukan di Perkotaan dan Pedesaan

"Indonesia dan Jepang bisa mengembangkan bersama-sama teknologi Carbon, Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia," kata Arifin.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdangangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Koichi menyambut baik kerjasama guna membantu mempercepat pencapaian proses transisi energi di Indonesia.

"Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Inisiative," kata Haguida.

Adapun rincian kerja sama yang disepakati dalam MoC, yaitu penyusunan roadmap transisi energi menuju emisi net-zero berdasarkan target nasional masing-masing, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS, mendukung upaya dalam forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi pengentahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Pada tataran teknis, saat ini tengah berlangsung studi bersama antara Mitsubishi Indonesia Reperesentative dengan Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS" mengenai co-combustion fuel ammonia pada PLTU. Studi yang dijadwalkan selesai pada Januari 2022 ini bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis penggunaan ammonia untuk mensubstitusi sebagian batu bara sehingga umur operasional PLTU dapat dipertahankan.

"Dengan senang hati saya sampaikan bahwa Jepang telah menjadi mitra penting bagi perjalanan Indonesia menuju transisi energi. Dengan dukungan nyata, kami percaya untuk mencapai NZE 2060, dengan tetap menjaga keamanan, akses, dan keterjangkauan energi," tutup Haguida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini