Share

Wall Street Bervariasi, Nasdaq Balik Menguat di Akhir Perdagangan

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 278 2530259 wall-street-bervariasi-nasdaq-balik-menguat-di-akhir-perdagangan-362PxTnIsA.jpg Wall Street Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK- Bursa saham AS, Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Senin. Di mana Nasdaq berbalik menguat di akhir sesi karena investor berburu barang murah di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 166,65 poin atau 0,46% menjadi 36.065,01. S&P 500 kehilangan 6,03 poin atau 0,13% menjadi 4.671,00 poin, sedangkan Nasdaq Composite naik 11,86 poin, atau 0,08%, menjadi 14.947,76.

Baca Juga: Sikap The Fed Guncang Wall Street di Minggu Pertama 2022

Menurut Presiden Chase Investment Counsel Charlottesville, Peter Tuz, hal itu seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi, investor juga cemas menunggu data inflasi minggu ini dan apa artinya bagi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve AS.

Analis pun mengkawatirkan tentang dampak dari jumlah kasus virus corona terbaru pada musim pendapatan kuartal keempat yang dimulai akhir pekan ini.

"Orang-orang tetap khawatir tentang seperti apa inflasi dan bagaimana Fed akan bertindak untuk mengurangi situasi," kata Tuz, dilansir dari Reuters, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga: 3 Indeks Wall Street Tak Berdaya di Akhir Perdagangan

Sementara itu, Mitra Cherry Lane Investments, Rick Meckler mengatakan, dengan Nasdaq memangkas kerugiannya secara tajam selama sesi, beberapa investor muncul mencari barang murah setelah aksi jual tajam pada hari sebelumnya.

"Ini adalah ketegangan antara pemain besar di pasar yang telah melakukan realokasi dari pertumbuhan ke nilai dan investor ritel yang hanya tertarik pada nama-nama teknologi," kata Meckler.

"Kami telah sampai pada titik di mana Anda bertanya-tanya apakah roller coaster telah mencapai puncaknya dan menuju lurus ke bawah. Tapi pada dasarnya ada banyak pembeli di pasar ini yang membeli saat turun," imbuhnya.

Sementara pelaku usaha telah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga mereka sejak risalah Fed dari pertemuan Desember tampaknya menandakan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan.

Sebelumnya benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada hari Senin.

Saham Nasdaq kelas berat seperti Tesla turun di awal sesi tetapi saham dan kembali melemah untuk diperdagangkan lebih tinggi di akhir sesi.

Meckler mengatakan investor ritel tampaknya membanjiri kembali saham mencari penawaran setelah Chief Executive Elon Musk dalam cuitannya di Twitter pada hari Jumat lalu, bahwa pembuat mobil listrik akan menaikkan harga AS dari perangkat lunak asisten pengemudi canggihnya.

Sementara saham Nike jatuh setelah HSBC menurunkan peringkat sahamnya menjadi "hold".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini