Wamen BUMN Ungkap Penyebab PLN Kekurangan LNG

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531326 wamen-bumn-ungkap-penyebab-pln-kekurangan-lng-DYMzfp40dh.jpg PLN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN mengungkapkan penyebab utama defisit Liquefied Natural Gas (LNG) di PT PLN (Persero). Krisis tersebut terjadi secara bersamaan dengan kelangkaan batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik perseroan.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menyatakan krisis LNG disebabkan oleh keterlambatan produksi di sejumlah wilayah kerja.

Baca Juga: Menteri ESDM Sebut Ekspor Batu Bara Dibuka jika...

"Ya mungkin ada keterlambatan produksi di beberapa wilayah kerja kita, ini yang nanti kita carikan," ujar Pahala saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Meski begitu, dia memastikan pasokan LNG saat ini masih aman karena sudah dilakukan swapping dan switching.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam 3 tahun terakhir sektor hulu migas berhasil memenuhi komitmen jumlah LNG untuk sektor kelistrikan dalam negeri.

Baca Juga: Mohon Maaf! Pemerintah Belum Izinkan Kapal Berlayar Ekspor Batu Bara

Di tahun 2022, sektor hulu migas masih tetap komitmen memenuhi kebutuhan LNG dari pembangkit listrik PLN. SKK Migas pun telah menyiapkan 58 kargo dari kilang LNG Bontang dan Tangguh.

Hingga akhir September 2021, realisasi LNG mencapai 149,5 standar kargo (SK). Jumlah itu berasal dari Kilang LNG Bontang sebanyak 70,7 standar kargo dan Kilang LNG Tangguh sebesar 88,8 standar kargo.

Bahkan, berdasarkan catatan SKK Migas, terdapat kargo-kargo yang secara kontraktual sudah disiapkan, namun tidak terserap oleh PLN yaitu sebanyak 13 kargo di tahun 2020 dan 11 kargo di tahun 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini