Share

Debat Panas! Menteri ESDM Vs Anggota Komisi VII Bahas Tambang Batu Bara, Singgung Nama Ini

Athika Rahma, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 320 2531701 debat-panas-menteri-esdm-vs-anggota-komisi-vii-bahas-tambang-batu-bara-singgung-nama-ini-W7f61UAMjy.jpg Menteri ESDM Raker dengan Komisi VII. (Foto: Okezone.com/Komisi VII)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif berdebat dengan salah satu Anggota DPR Komisi VII Muhammad Nasir. Hal ini terjadi dalam rapat kerja Komisi VII dengan Kementerian ESDM.

Debat panas diawali dengan kritik Nasir soal pengawasan batu bara yang dinilai lemah. Komoditas ini kerap di'curi' dan pelaku tidak kunjung ditangkap.

Baca Juga: Skema BLU untuk DMO Batu Bara, Begini Kata Menko Luhut

"Ada siapa ini namanya tadi, produksi 1 juta (ton) per bulan, tapi enggak laporan ke ESDM. Namanya Tan Paulin. Saya bilang, tangkap orang ini," ujar Nasir, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, ulah pemain tersebut membuat infrastruktur di Kalimantan Timur rusak.

"Waktu kita kunjungan Kalimantan Timur ini yang dibicarakan. Gara-gara dia infrastruktur yang dibangun Pemda rusak semua," ujarnya.

Baca Juga: Harga Batu Bara Dilepas ke Pasar, DPR Khawatir Tarif Listrik Naik

Nasir mengatakan, uang yang dihasilkan dari penjualan batu bara tersebut jumlahnya fantastis hingga Rp2,5 triliun.

"Dan saya lihat nih Menteri ESDM santai-santai saja melihat hal ini," katanya.

Lantas, omongan Nasir dipotong oleh Arifin. Menurutnya, Nasir tidak berbicara sesuai fakta.

"Saya rasa Bapak harus bicara yang betul-betul sesuai fakta," ujarnya.

Nasir membalas dengan menegaskan dirinya memiliki fakta terkait hal itu.

"Saya benar ini, Pak," sahutnya dengan nada meninggi.

"Ya, tapi Bapak yang lain-lain itu harap pakai bahasa yang benar," katanya.

Melihat debat yang makin memanas, Ketua Komisi VII Sugeng Supartowo menengahi Arifin dan Nasir.

"Sebetulnya message-nya sudah sampai, serahkan apa yang disampaikan tadi. Hal-hal lain saya kira yang memang tidak pada proporsinya, mohon maaf, tadi sudah dikemukakan tentang penyimpangan-penyimpangan di lapangan dan memang harus segera ditindaklanjuti," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini