NFT yang Bikin Ghozali Jadi Miliarder, Ini 5 Faktanya

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 455 2532630 nft-yang-bikin-ghozali-jadi-miliarder-ini-5-faktanya-NvfEECzRMb.png Ghozali Everyday (Foto: Twitter)

JAKARTA – NFT atau Non-Fungible Token saat ini tengah viral. Hal itu bermula dari seorang pemuda bernama Sultan Gustaf Al Ghozali atau dikenal Ghozali Ghozalu yang sukses meraup keuntungan hingga Rp1,5 miliar dari penjualan foto selfie NFT dirinya.

Berikut fakta-fakta NFT yang dirangkum di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

1. Aset Digital Berbasis Teknologi Blockchain

Ketenaran Non-Fungible Token atau NFT kini sudah tak terbendung lagi karena viralnya foto seorang pria yang terjual dengan harga tinggi sebagai NFT.

Baca Juga: Ingin Raup Cuan di NFT seperti Ghozali? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Ya, NFT memang merupakan aset digital berbasis teknologi blockchain yang sedang populer di dunia kripto. Pasalnya, nilainya bisa mencapai puluhan juta USD.

2. Diperdagangkan Memakai Ether (ETH)

Sebagian besar, NFT diperdagangkan memakai ether (ETH), koin buatan Ethereum. Seperti namanya, "non-fungible", NFT merupakan aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tak bisa ditukar atau digantikan.

Baca Juga: Daftar 5 NFT Termahal di Dunia, Ada yang Sampai Rp1,3 Triliun!

Tiap NFT mengandung catatan transaksi dalam blockchain yang berisi data penciptanya, harga, serta histori kepemilikannya.

3. Perbedaan dengan Aset Kripto Lainnya

NFT punya bentuk, tujuan, dan penggunaan yang berbeda daripada aset kripto lain, misalnya Bitcoin. Pasalnya, tiap-tiap NFT hanya dibuat sekali dan tak bisa ditukarkan atau diperdagangkan dengan barang lain. Sebab, nilainya dianggap tak sepadan.

NFT memiliki data unik seperti sidik jari yang bekerja untuk memudahkan verifikasi pemiliknya. Bahkan, pemilik NFT juga bisa menyimpan informasi tertentu seperti menempatkan tanda tangan pada karya seni mereka dengan memasukkannya ke dalam metadata NFT.

Sangat terbatas, kepemilikan NFT juga bersifat mutlak. Pemiliknya adalah satu-satunya pihak yang memiliki karya orisinil NFT meskipun ia punya hak cipta untuk memperbanyak karya. Pada dasarnya, pemilik NFT memiliki hak milik penuh.

Tak cuma itu, NFT juga tak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil, seperti wei ETH atau satoshi BTC. Pasalnya, mereka ada sebagai suatu keseluruhan secara eksklusif.

4. Bukan Sembarang Sertifikat

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, NFT atau Non-Fungible Token adalah sebuah identitas unik suatu aset digital. Adapun aset digital ini bersifat eksklusif.

“NFT itu adalah, gampangnya dia sebuah identitas unik ya, identitas unik suatu aset digital. Nah identitas unik ini bisa disamakan dengan sebuah sertifikat sebenarnya, sertifikat digital. Jadi tanda unik, identitas unik, atau sertifikat digital ini membuktikan suatu kepemilikan terhadap aset digital tertentu yang sifatnya eksklusif,” katanya saat dihubungi MNC Portal.

Akan tetapi, dia menegaskan bahwa NFT bukan sembarang sertifikat. Di mana, NFT ini lahir pada teknologi blockchain.

“NFT ini adalah sebuah sertifikat digital yang lahir pada teknologi block chain. Nah, kalau teknologi block chain ini sendiri sebenarnya aplikasinya itu banyak sekali yang sudah kita sering dengar adalah cryptocurrency,” ujar Mike.

5. Punya Cara Kerja yang Berbeda

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menjelaskan, cara kerja aset digital ini berbeda dengan yang konvensional. Adapun NFT bisa dijual tanpa ada bentuk fisiknya dan bisa dibeli banyak orang.

“Kalau aset digital itu tidak harus ada barangnya tapi ada bentuk digitalnya. Jadi ada gambarnya tapi tidak ada misalnya kanvasnya, ya kanvasnya digital itu. Yang beli bisa banyak orang tapi yang miliki tetap Anda satu misalnya, yang beli bisa berkali-kali begitu,” jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini