Share

Erick Thohir Kolaborasikan BUMN-Swasta Ciptakan Ekosistem Industri Kopi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533594 erick-thohir-kolaborasikan-bumn-swasta-ciptakan-ekosistem-industri-kopi-VLN1zCfnoE.jpg Erick Thohir Buat Ekosistem Industri Kopi. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Kementerian BUMN membentuk project management office (PMO) Kopi Nusantara untuk mendorong kemajuan ekosistem industri kopi Tanah Air.

PMO terdiri dari unsur perusahaan pelat merah dan swasta nasional, asosiasi, dan lembaga research and development (R&D).

Menteri BUMN Erick Thohir berharap PMO Kopi Nusantara mampu mengakomodir kepentingan pelaku bisnis kopi hingga mendorong industri kopi dalam negeri untuk berdaya saing global.

Baca Juga: Jurus Menko Airlangga Geber Industri Kopi Indonesia

Dia meyakini, keberadaan ekosistem industri kopi Indonesia akan memberikan nilai tawar lebih tinggi di pasar. Pasalnya, ekosistem itu didukung oleh penggunaan teknologi terbarukan.

"Jadi kalau kita membangun ekosistem kita sendiri, seperti yang disampaikan bahwa kita mengkonsumsi kopi kita sendiri siapa tahu nilai tawar kita semakin tinggi. Karena selama ini, kita dipakai sebagai blending, jadi karena memang proses daripada petani kopi, mohon maaf tidak prima, ini kondisinya sama seperti padi, ketika penggilingannya itu tidak didukung dengan yang namanya teknologi atau mesin yang memang baik," ungkap Erick, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Penjualan Kopi Bubuk hingga Biji Laris Manis Selama Pandemi Covid-19

Tak hanya itu, ekosistem kopi juga membuat harga kopi menjadi kompetitif baik di kalangan petani hingga pelaku UMKM. Harga tersebut pun akan menjadi pendorong utama bisnis kopi dalam negeri di pasar internasional.

"Apalagi tadi disampaikan dengan bagusnya Coffee Shop yang ada di Indonesia, ini juga meningkatkan persaingan kuat dengan dunia, sehingga para trader dunia yang ada di Indonesia itu juga kita imbangu dengan permintaan kopi dalam negeri, yang selama ini mereka juga menekan harga kopi menjadi lebih murah sebagai kopi campuran," kata dia.

Adapun perseroan negara yang terlibat dalam PMO di antaranya, Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero), PT Perhutani (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank BRI Tbk, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) selaku induk Holding BUMN Pangan.

Untuk swasta, ada Mayora, Dua Coffee, Common Ground, dan Stella. Lalu, asosiasi yang terlibat adalah Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) dan Specialty Coffee Association of Indonesia. Sedangkan lembaga riset adalah Pusat Penelitian Kopi & Kakao Indonesia, R&D BUMN.

Erick beralasan keterlibatan swasta untuk menghindari monopoli BUMN dalam PMO. Karena ini, pihaknya membuka kesempatan besar bagi swasta dan asosiasi untuk ambil andil dalam pengembangan ekosistem kopi di Indonesia.

"Di sinilah kami mencoba membentuk PMO. PMO sendiri kita sepakati, kita tidak mau jadi menara gading. Kita melibatkan pihak swasta di sini ada Mayora, Dua Coffee, Common Ground, kita masukan dalam PMO kita," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini