Share

Mendag Sebut Tak Ada Kenaikan Harga Telur hingga Cabai, Ini Penjelasannya

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 18 Januari 2022 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 320 2534097 mendag-sebut-tak-ada-kenaikan-harga-telur-hingga-cabai-ini-penjelasannya-YY3DrA5OZ2.jpg Harga Telur Sempat Dijual Rp30 Ribu/Kilogram. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kenaikan harga bahan pokok di 2021 atau tepatnya pada akhir tahun lalu jadi sorotan utamanya emak-emak. Di antaranya telur ayam, minyak goreng hingga cabai.

"Dari 2018 sampai 2020 tuh biasanya kenaikan harga ada dua kali. Pertama saat Lebaran dan kedua saat Nataru. Biasanya naiknya pas Lebaran kemudian turun, terus naik lagi pas Nataru. Sebenarnya pada tahun 2021, jika dilihat itu dibandingkan dengan inflasi sebenarnya tidak ada kenaikan sama sekali," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dalam konferensi pers Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Stop Ekspor Nikel, Jokowi Ingin RI Menang di WTO

Dijelaskannya, kenaikan barang pokok di pasaran disebabkan dari sisi permintaan yang belum pulih sepenuhnya dan pasokan pangan juga cukup sehingga tidak terjadi pertumbuhan yang sangat berarti.

Mendag mengatakan, harga barang pokok sudah berangsur menurun, bahkan signifikan. Seperti diketahui bersama, harga cabai rawit merah saat menjelang Nataru sempat tembus Rp100.000-Rp120.000 per kilogram. Sekarang sudah merangakak turun di bawah Rp76.000 per kilogram.

Baca Juga: Mentan Lepas Ekspor ke 124 Negara Sebesar Rp14,4 Triliun

"Harga-harga komoditas pangan sudah mengalami penurunan. Seperti cabe rawit merah sudah berada dikisaran Rp75.000-Rp76.000 per koilogram. Harga ini sudah turun signifikan dibandingkan akhir tahun lalu," kata Lutfi.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Sementara itu, untuk komoditas telur ayam ras jelang Nataru tembus Rp30.050 per kilogram. Namun setelah masuk tahun baru 2022, telur ayam ras sudah dijajal di kisaran Rp19.000-20.000 per kilogram.

"Saya ditelepon oleh Pinsar, sekarang ini harganya sudah mulai mendekati harga di bawah HPP (harga pokok penjualan) di Rp19.000-20.000. Jadi kita sudah lihat di farm gate sudah turun kembali seperti kritis sebelum Nataru kemarin," jelas Mendag.

Lutfi menambahkan, adapun penyebab kenaikan harga minyak goreng karena harga CPO yang tengah mengalami kenaikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini