Share

BEI Bakal 'Tendang' 11 Emiten, Ini Daftarnya

Kamis 20 Januari 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 278 2535060 bei-bakal-tendang-11-emiten-ini-daftarnya-ajFU7fzaHj.jpg BEI Bakal Hapus 11 Emiten. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 11 emiten berpotensi dihapus pencatatan sahamnya (delisting). Perdagangan saham emiten-emiten itu pun dihentikan sementara (suspensi) sejak lama.

BEI dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022), kemarin menjelaskan, potensi delisting saham 11 emiten tersebut dirilis BEI sejak 3 Januari hingga 18 Januari 2022. Pengumuman yang disampaikan BEI mengacu pada sejumlah peraturan, salah satunya Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) saham di Bursa.

Baca Juga: Disuspensi 2 Tahun, Cowell Development (COWL) Terancam Ditendang dari Bursa

BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat, jika perusahaan tersebut mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sementara, perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Baca Juga: Disuspensi 18 Bulan dan Terancam Delisting, Pool Advista (POOL) Buka-bukaan Kondisi Perusahaan

Saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai tersebut, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Karena itu, terdapat 6 emiten yang sahamnya telah disuspensi selama lebih dari 24 bulan. Berikut nama-nama emiten tersebut: PT Nipress Tbk (NIPS), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Polaris Investama Tbk (PLAS), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) dan terakhir PT Hanson International Tbk (MYRX). Demikian dikutip dari Harian Neraca.

Selanjutnya, 5 emiten telah diperingatkan soal potensi delisting, meskipun belum mencapai suspensi saham selama 24 bulan. Berikut nama-nama emiten tersebut: PT Leyand International Tbk (LAPD). LAPD telah disuspensi di seluruh pasar selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 2 Juli 2022, PT Cowell Development Tbk (COWL). COWL telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 13 Juli 2022.

Kemudian ada PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). GTBO telah disuspensi di seluruh pasar selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 14 Juli 2022, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Per 16 Januari 2022, DPUM telah disuspensi selama 6 bulan dan terkahir PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). BUVA telah disuspensi selama 6 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 16 Juli 2023.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini