Share

Erick Thohir Ungkap Mafia Subsidi Listrik, Siapa Dia?

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 20 Januari 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 320 2534975 erick-thohir-ungkap-mafia-subsidi-listrik-siapa-dia-B0svX16Lli.jpg Erick Thohir Ungkap Adanya Mafia Subsidi Listrik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada mafia dalam program subsidi listrik yang digelontorkan pemerintah melalui PT PLN (Persero). Perkaranya, data penerima subsidi selama ini masih abu-abu alis tidak valid.

Data penerima subsidi yang tidak valid, kata Erick, justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi. Karena itu, pihaknya akan melakukam pemetaan utang untuk mengidentifikasi data riil masyarakat yang seyogyanya menerima subsidi listrik.

Baca Juga: Skema Subsidi Listrik Mau Diubah, Ini Bocorannya

"Memang tujuannya ke sana (subsisi) dan karena itu dengan digitalisasi akan membuka grey area atau keabu-abuan yang selama ini justru dimanfaatkan oleh banyak pihak, mafia-mafia yang lihat ini justru menjadi opportunity atau kesempatan untuk bagaimana menjadi istilahnya pengambilan keuntungan sepihak," ujar Erick, dikutip Kamis (20/1/2022).

Erick menegaskan, Kementerian BUMN akan mendukung subsidi langsug ke masyarakat. Dukungan itu sama halnya diusulkan anggota legislatif atau DPR RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Skema Subsidi Listrik Mau Diubah, ESDM Minta Data Orang Miskin tapi Dicuekin Kemensos

Hanya saja, Erick menekan, kepastian data penerima subsidi secara riil menggambarkan kelompok masyarakat yang harus dan tidak dalam menerim bantuan tersebut.

"Saya rasa kami di BUMN malah sangat mendukung itu, dan tentu harus dipastikan memang bahwa masyarakat kaya, masyarakat mampu ya tidak perlu disubsidi, yang perlu disubsidi ya memang yang perlu disubsidi," ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Erick Thohir juga memastikan transformasi bisnis PLN memberi kemanfaatan pelayanan listrik di masyarakat. Salah satunya subsidi listrik. Langkah konkrit transformasi PLN dilakukan melalui pembentukan holding dan subholding perseroan.

Hanya saja dia mengingatkan bahwa masih terjadi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara akibat pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah masih membutuhkan anggaran lebih untuk menangani dampak krisis kesehatan tersebut.

"Ingat, karena Covid ini defisit anggaran sangat besar, artinya pemerintah harus dapatkan pendanaan lebih besar tidak hanya dari pajak, tentu subsidi ini harus lebih efisien dan tepat sasaran," ungkap dia.

Saat ini Erick terus mendorong PLN agar bisa memberikan subsidi langsung kepada masyarakat tanpa harus melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN. Menurutnya, pemberian subsidi listrik ke masyarakat satu keharusan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini