Share

Hal-Hal yang Membuat PNS Dapat Dipecat, Simak Ini Penting!

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 320 2537297 hal-hal-yang-membuat-pns-dapat-dipecat-simak-ini-penting-4eXGm4ZU0W.jpg Hal-Hal yang Membuat PNS Dapat Dipecat. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Hal-hal yang membuat PNS dapat dipecat berdasarkan beberapa hal. Pegawai Negeri Sipil (PNS) diketahui tidak bisa secara bebas bertindak ketika bekerja, sebab semua ketentuan telah diatur oleh Undang-Undang Dasar (UUD).

Berbagai macam alasan PNS dipecat seperti bolos kerja, penyalahgunaan narkoba, hingga beristri lebih dari satu tanpa sepengetahuan atasan.

Lalu, apa saja perilaku yang bisa membuat PNS dipecat?

Mengutip berbagai sumber, Selasa (25/1/2022) tertuang sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. PP tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Februari 2020.

Kemudian, jika melihat Pasal 250 dijabarkan bahwa PNS akan diberhentikan tidak dengan hormat jika melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945, serta jika dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan.

Selain itu, PNS juga dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik atau dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Di mana hukuman paling singkat 2 tahun dan pidana yang dilakukan berencana.

Baca Juga: Penerimaan CPNS 2022 Ditiadakan, Ini 5 Faktanya

Lebih lanjut, dijelaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, di dalam pasal 3 membahas secara detail aturan yang wajib dilarang PNS.

Berikut daftar rincinya:

a. Dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara, pemerintah, atau PNS;

b. Menyalahgunakan wewenangnya;

c. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing;

d. Menyalahgunakan barang-barang, uang, atau surat-surat berharga milik Negara;

Baca Juga: Menpan RB Minta Seleksi CPNS 2021 Segera Dituntaskan

e. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang, dokumen, atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah;

f. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara;

g. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun diluar lingkungan kerjanya;

h. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan;

i. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil, kecuali untuk kepentingan jabatan;

j. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya;

k. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani;

l. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan;

m. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain;

n. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah;

o. Memiliki saham/modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya;

p. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatannya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan;

q. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi, maupun sambilan, menjadi direksi, pimpinan atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a ke atas atau yang memangku jabatan eselon 1.

r. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain.

Adapun, pelanggaran yang telah disebutkan di atas dapat membuat PNS berada pada tingkat hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, penurunan pangkat setingkat lebih rendah jangka waktu sekitar 1 tahun, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, dan pemberhentian tidak dengan hormat yaitu dipecat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini