Share

IPO, Nusatama Berkah (NTBK) Diprediksi Dapat Dana Rp70 Miliar

Kamis 03 Februari 2022 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 03 278 2541772 ipo-nusatama-berkah-ntbk-diprediksi-dapat-dana-rp70-miliar-5ggcB1yrYi.jpg IPO Nusatama Berkah di BEI. (Foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA - PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) akan mendapat dana segar Rp70 miliar, pasca-penetapan harga penawaran umum Rp100 per saham dalam aksi initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dan bahan baku produksi.

Dalam prospektusnya yang dirilis di Jakarta, kemarin disebutkan, sebanyak 700 juta saham baru akan ditawarkan kepada para investor oleh perseroan yang merupakan saham biasa dan setara dengan 25,93% dari modal disetor dan ditempatkan setelah IPO.

Baca Juga: IPO, Adhi Commuter Incar Dana Segar Rp1,6 Triliun

Dalam aksi itu juga perseroan menyertakan sebanyak 700 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau 35% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor.

Waran seri I itu akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan nanti. Dengan begitu, setiap pemegang satu saham perseroan berhak memperoleh sau waran waran seri I di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Baca Juga: Pasar Recovery, IPO Pilihan Tepat untuk Bangkit di 2022

Masa penawaran umum saham perdana berlangsung pada periode 2 hingga 7 Februari 2022. Perseroan juga mempercayakan PT Danatama Makmur Sekuritas dan juga PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sesuai dengan rencana, dana hasil IPO sekitar 87,21% akan digunakan oleh Nusatama Berkah untuk modal kerja. Adapun modal kerja yang dimaksud di sini adalah persediaan bahan baku, gaji karyawan, komisi, dan juga biaya pemasaran.

Kemudian, sekitar 6,02% akan digunakan untuk pembelian mesin seperti CNC Automatic Gas dan Plasma Cutting, Overhead Crane, Forklift 6T, 400A Welding DC Machine dan juga mesin-mesin lainya yang mampu menopang kinerja perseroan agar lebih baik lagi kedepan. Di mana seluruh pembelian ini nantinya akan dimasukan dalam kategori sebagai belanja modal(capital expenditure/capex).

Lalu, sekitar 6,77% akan digunakan untuk perluasan/penambahan area yang dapat digunakan untuk kegiatan produksi serta storage untuk produk-produk perseroan. Nantinya ekspansi tersebut, diharapkan selesai pada kuartal kedua 2022.

Saat ini, perseroan masih dalam tahap penjajakan terkait dengan penentuan lawan transaksi, namun tidak akan ada pihak yang ditunjuk sebagai lawan transaksi yang melibatkan hubungan afiliasi.

Sebelumnya, BEI mencatat antrian panjang perusahaan yang bakal melantai di 2022.

“Terdapat 30 perusahaan masuk daftar antrean pipeline pencatatan saham di BEI. Empat perusahaan bergerak di sektor teknologi. Selain itu, 12 perusahaan di antaranya beraset skala besar,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (3/2/2022).

Adapun rincian per sektornya adalah empat perusahaan dari sektor industri, empat perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, sembilan perusahaan dari sektor consumer cyclicals, empat perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor healthcare, dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor finansial, tiga perusahaan dari sektor properti dan real estate, serta dua perusahaan dari sektor infrastruktur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini