Share

Harga Minyak Turun Tipis, Brent Dibanderol USD92,6/Barel

Antara, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 320 2543811 harga-minyak-turun-tipis-brent-dibanderol-usd92-6-barel-comHFc94ly.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak turun pada penutupan perdagangan Senin. Hal ini terjadi di tengah tanda-tanda samar kemajuan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang dapat mengarah pada penghapusan sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret yang diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak, tergelincir 5 sen atau 0,6% menjadi USD92,69 per barel, setelah mencapai puncak tertinggi sejak Oktober 2014.

Baca Juga: Risiko Geopolitik Angkat Harga Minyak Lebih dari 2%

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April yang diperdagangkan di New York jatuh 99 sen atau 1,1% menjadi USD91,32 per barel setelah mencapai tertinggi 2014 di USD93,17 pada akhir pekan lalu.

Pekan lalu harga minyak mentah reli untuk minggu ketujuh berturut-turut di tengah kekhawatiran berkelanjutan tentang gangguan pasokan yang dipicu oleh cuaca dingin AS dan gejolak politik yang sedang berlangsung di antara produsen-produsen utama dunia.

Jika sanksi AS dicabut, Iran dapat dengan cepat mengekspor jutaan barel minyak mentah dan membantu menurunkan harga minyak yang panas.

Baca Juga: Harga Minyak Brent dan WTI Anjlok hingga 2%

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memulihkan keringanan sanksi kepada Iran untuk memungkinkan proyek-proyek kerja sama nuklir internasional saat pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir internasional 2015 memasuki tahap akhir.

Meskipun keringanan sanksi akan berdampak terbatas pada ekonomi Iran yang sedang kesulitan, pasar memandang langkah tersebut sebagai sinyal kedua belah pihak bertekad untuk mencapai kesepakatan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Berbicara dengan syarat anonim, seorang pejabat Eropa mengatakan utusan tinggi untuk pembicaraan Wina - yang tidak langsung karena Iran sejauh ini menolak untuk duduk dengan diplomat AS - kemungkinan akan bertemu pada Selasa di ibukota Austria.

"Selain perasaan senang yang datang dari negosiasi, Pemerintahan Biden merasakan tekanan untuk menurunkan inflasi, dan cara tercepat untuk melakukannya adalah dengan menurunkan harga energi," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Selasa (8/2/2022).

Harga minyak mentah, yang telah reli sekitar 20 persen tahun ini, kemungkinan akan melampaui 100 dolar AS per barel karena permintaan global yang kuat, kata para analis.

Namun, indeks kekuatan relatif (RSI), ukuran momentum, menunjukkan pasar minyak saat ini overbought, dan siap untuk mundur.

Memicu kekhawatiran pasokan, ketegangan tetap tinggi di Eropa Timur, dengan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pada Minggu (6/2/202) bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dalam beberapa hari atau minggu tetapi mungkin masih memilih jalur diplomatik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini