Share

Mangkrak Bertahun-tahun, Smelter Antam di Halmahera Timur Beroperasi Akhir 2022

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548206 mangkrak-bertahun-tahun-smelter-antam-di-halmahera-timur-beroperasi-akhir-2022-emmFF539px.jpg Smelter Feronikel Antam Segera Beroperasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Proyek smelter feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Halmahera Timur, Maluku Utara dipastikan beroperasi pada akhir tahun ini. Smelter feronikel ini pun sudah mangkrak bertahun-tahun.

Dalam mendukung operasional pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter feronikel tersebut, PT PLN (Persero) pun siap memasok kebutuhan listrik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Head Of Agreement (HOA) antara PLN dan Antam.

Baca Juga: Anti-Kedip, PLN Setrum Smelter Nikel hingga Ibu Kota Baru

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menjelaskan, pasokan listrik PLN akan diselesaikan pada tahun ini. Karena itu, MIND ID sebagai Induk Holding BUMN Pertambangan menargetkan operasional smelter feronikel milik Antam di Halmahera Timur beroperasi pada kuartal IV-2022.

"Supply listriknya sudah selesai dan akan tersedia tahun ini. Kami bersama PLN sudah sepakat dan ditargetkan pabrik bisa beroperasi di kuartal IV tahun ini," ungkap Hendi saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Rabu (16/2/2022).

Baca Juga: Molor, Smelter PT Timah (TINS) Baru Bisa Beroperasi Semester II-2022

Untuk pasokan listriknya, PLN memastikan memasok listrik sebesar 75 Megawatt (MW) selama 30 tahun ke depan. PLN menyiapkan kapasitas lebih besar yaitu 111 MW untuk menjamin keandalan pasokan dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan smelter Antam ke depan.

Rencananya, pasokan listrik ini akan terbagi menjadi dua tahap. Pertama, selama enam bulan ke depan PLN akan memasok kebutuhan listrik ANTAM sebesar 51 MW.

Kedua, setelahnya PLN selama 12 bulan akan menyelesaikan pasokan listrik sebesar 60 MW untuk keperluan listrik sepenuhnya smelter feronikel.

"Kapasitas 111 MW ini dedicated untuk mendukung kebutuhan Antam hingga jangka panjang. Silakan jika ke depan Antam membutuhkan tambahan suplai listrik, kami juga sudah siap," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik tersebut, PLN akan mendatangkan dua mesin pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) dual fuel system dari wilayah Sumatera Selatan sebesar 51 MW dan Jambi sebesar 60 MW untuk dibawa ke Halmahera Timur sehingga bisa mengoptimalkan pasokan listrik untuk smelter Antam.

"Ada beberapa daerah yang saat ini oversupply secara pasokan sehingga pembangkit tersebut saat ini underutilize. Sehingga ini bisa kita maksimalkan pemanfaatannya untuk smelter feronikel milik Antam di Halmahera Timur," kata Darmawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini