Share

Kontrak Freeport Berakhir di 2041, Bakal Diperpanjang Lagi?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548337 kontrak-freeport-berakhir-di-2041-bakal-diperpanjang-lagi-c4unbFVeMv.jpeg Kontrak Freeport Diperpanjang Lagi? (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) akan berakhir di 2041. Lalu apakah akan diperpanjang lagi?

Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID saat ini tengah mengkaji life of mine plan Freeport Indonesia. Kajian itu sejalan dengan usulan manajemen perlunya perpanjangan operasional PTFI pasca berakhirnya kontrak di 2041.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengajukan dukungan kepada Komisi VII DPR agar bisa memberikan dukungan politiknya agar operasional Freeport Indonesia diperpanjang.

"Dukungan untuk keberlanjutan operasi penambangan di PT Freeport Indonesia sesuai dengan life of mine plan PTFI ini di beyond atau setelah 2041," ujar Hendi dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (16/2/2022).

 

Baca Juga: 6 Fakta Smelter Freeport Rp42 Triliun Terbesar di Dunia

Dia menjelaskan, pihaknya terus menjaga ukuran atau kecepatan (rate) dari progres penambangan yang berlaku saat ini. Langkah itu untuk menjaga penurunan rate produksi menjelang berakhirnya kontrak.

"Kita maksudkan, mudah-mudahan bisa tercapai lebih awal, karena kita takut rate of progress-nya menurun menjelang akhir 2041 kalau belum ada kepastian bahwa setelah 2041 IUPK-nya apakah akan dilanjutkan," kata dia

Kehadiran PTFI yang beroperasi di Papua, menjadi salah satu potret penting pasang surutnya hubungan ekonomi politik antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Puncaknya, ketika pemerintah hendak mengubah Kontrak Karya (KK) milik PTFI menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagai amanat UU Nomor 4 Tahun 2009, yang akhirnya kesepakatan tercapai pada Agustus 2017 lalu. Momentum ini merupakan perubahan mendasar bagi penyelenggaraan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara di Indonesia.

Pemerintah berhasil menguasai mayoritas saham Freeport Indonesia. Pemerintah melalui Inalum (MIND ID) pun resmi menguasai saham mayoritas PTFI. Porsi saham Inalum di anak usaha Freeport McMoRan naik dari 9,36 persen menjadi 51 persen.

Inalum harus merogoh kocek USD3,85 miliar untuk menjadi pengendali PTFI menggantikan Freeport McMoRan. PTFI diketahui mengelola tambang Grasberg di Papua dengan kekayaan emas, perunggu dan perak sebesar Rp2.400 triliun hingga 2041.

PTFI melakukan eksplorasi dan penambangan berdasarkan KK dengan pemerintah Indonesia yang ditandatangani pada 1967 di zaman Soeharto. Kontrak ini diperbarui pada 1991 sehingga masa operasinya diperpanjang hingga 2021.

Dalam KK yang baru, ada perbedaan penafsiran antara Freeport McMoRan dan pemerintah Indonesia soal pasal perpanjangan. Freeport merasa berhak mendapatkan perpanjangan masa operasi setelah berakhir pada 2021 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini