Share

Saham Solusi Tunas Pratama Disuspensi Usai Meroket 208%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 278 2550435 saham-solusi-tunas-pratama-disuspensi-usai-meroket-208-tWmchQzIoV.jpg BEI Suspensi Saham BCAP. (Foto: Okezone.com/IDX Channel)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (BCAP) karena terjadi kenaikan harga saham. 

Suspensi pun dilakukan dalam rangka cooling down BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara saham SUPR pada perdagangan Senin 21 Februari 2022.

Baca Juga: 2 Tahun Disuspensi, Saham Siwani Makmur (SIMA) Bakal 'Ditendang' dari Bursa

"Penghentian sementara perdagangan Saham SUPR tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Mulyana, dikutip Senin (21/2/2022).

Berdasarkan data BEI, harga saham SUPR telah melonjak 208% dari Rp16.000 menjadi Rp49.300 sepanjang Februari 2022. Lonjakan harga tersebut sejalan dengan terbukanya peluang delisting saham SUPR dari BEI setelah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) telah telah menuntaskan akuisisi 94,03% saham SUPR.

Baca Juga: Cooling Down, Perdagangan Saham Bintang Samudera (BSML) Dihentikan

Sebelumnya, manajemen Solusi Tunas dalam penjelasan resminya menyebutkan, perseroan tidak memiliki informasi baru terkait lonjakan harga saham SUPR di pasar. Solusi Tunas Pratama hanya memiliki informasi akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 1 Maret 2022. RUPSLB untuk membahas perubahan susunan anggota komisaris dan direksi perseroan serta penyesuaian anggaran dasar perseroan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Berdasarkan data Protelindo kini menjadi pengendali saham dengan kepemilikan 99,96%, dibandingkan jumlah saham yang diakuisisi 94,03%. Penambahan saham tersebut terjadi setelah Protelindo menggelar tender offer saham publik SUPR sepanjang 2-31 Desember 2021. Tender offer tersebut menjadikan kepemilikan saham publik turun menjadi 480.044 saham (0,04%) atau jauh dari ketentuan free float saham emiten publik di BEI.

Hingga September 2021, Solusi Tunas Pratama membukukan kenaikan pendapatan menjadi Rp 1,55 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp 1,43 triliun. Meski demikian, perseroan mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 548,48 miliar, dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp 125,66 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini