Share

2 Tahun Disuspensi, Saham Siwani Makmur (SIMA) Bakal 'Ditendang' dari Bursa

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 18 Februari 2022 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 278 2549178 2-tahun-disuspensi-saham-siwani-makmur-sima-bakal-ditendang-dari-bursa-q3zs2IDlho.jpg BEI Segera Hapus Saham SIMA dari Perdagangan Bursa. (Foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan potensi penghapusan pencatatan saham (delisting) PT Siwani Makmur Tbk (SIMA). Hal ini karena sudah mencapai masa suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai selama 24 bulan pada tanggal 17 Februari 2022.

Adapun pemberitahuan berdasarkan Pengumuman Bursa Peng-SPT-00006/BEI.PP3/02-2020 tanggal 17 Februari 2020 perihal Penghentian dan Perpanjangan Penghentian Sementara Perdagangan Efek, serta Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

Baca Juga: Cooling Down, Perdagangan Saham Bintang Samudera (BSML) Dihentikan

Selanjutnya, Bursa dapat menghapus efek Perusahaan Tercatat apabila: Ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Kemudian ketentuan III.3.1.2, Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham PT Siwani Makmur Tbk di Pasar Regular dan Pasar Tunai telah mencapai 24 bulan pada tanggal 17 Februari 2022," tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga: Saham KONI Kembali Diperdagangkan Hari Ini

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIMA berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2019 sebagai berikut:

Komisaris Utama: Wiwik Sukarno AR

Komisaris Independen: Bambang Sutejo

Direktur Utama: Ifiandiaz Nazsir

Direktur: Ikman Maulana

Selanjutnya Pemegang Saham berdasarkan n Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2020 antara lain PT PT Yuanta Securities Indonesia 25.808.000 saham (5,83%) dan Masyarakat 416.781.871 saham (94,17%).

Berdasarkan data BEI, saham SIMA berada pada level Rp50 per lembar ketika disuspensi setahun lalu. Kapitalisasi pasar saham ‘gocap’ ini hanya sebesar Rp28,13 miliar.

Sebelumnya SIMA telah menghentikan operasionalnya sebagai produsen kemasan (flexible packaging) sejak Juli 2015 lantaran tak memiliki prospek yang baik. Lantas, Siwani Makmur terombang-ambing dalam memperoleh bisnis barunya.

Siwani Makmur tercatat pernah memutuskan menjadi perusahaan pengolah limbah, dan kemudian kembali banting setir pada bisnis properti hingga tambang batu. Namun, hingga saat ini perseroan belum mampu menunjukkan prospek yang menjanjikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini