Share

Harga Saham Naik Tak Wajar, Perintis Triniti (TRIN) Masuk Radar UMA

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 278 2551656 harga-saham-naik-tak-wajar-perintis-triniti-trin-masuk-radar-uma-a6HUW1rgsH.jpeg Saham TRIN masuk pantauan BEI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) masuk pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham TRIN dipantau karena dinilai mengalami peningkatan harga tidak wajar yang masuk dalam kategori di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Perusahaan pengembang properti Triniti Land ini diketahui melonjak 118,75% dalam sebulan terakhir, dengan kinerja sepekan melesat 69,64%.

Adapun dalam lima hari terakhir, TRIN selalu berada di zona hijau berturut-turut, dan ditutup menguat pada sesi terakhir sebesar 7,26% di Rp665.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham TRIN yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal," demikian isi surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, Selasa (22/2/2022).

Terkait volatilitas transaksi, perseroan telah memberikan konfirmasi melalui Keterbukaan Informasi BEI. Perseroan menuturkan tidak mengetahui penyebab kenaikan harga saham.

"Sampai dengan saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan," tulis perseroan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Perseroan terpantau memberikan informasi terakhir mengenai pencatatan saham dan aksi korporasi pada 22 Februari 2022.

Dengan masuknya saham TRIN ke dalam radar UMA, BEI meminta investor untuk terus mencermati kinerja perusahaan yang bersangkutan dalam keterbukaan informasi.

BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

BEI mengharapkan para investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini