Lebih lanjut, seluruh dana yang diperoleh dari rights issue setelah dikurangin biaya emisi, sekitar 10% akan digunakan untuk modal kerja, 56% akan digunakan untuk investasi di sektor teknologi digital melalui investasi baru, pengembangan aplikasi, dan pembelian hardware.
Kemudian, sekitar 20% rencananya akan digunakan untuk modal kerja anak usaha, yakni PT Republika Media Mandiri (RMM) dan untuk mengembangkan komunitas muslim dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
Lalu, sekitar 14% digunakan untuk pengembangan usaha RMM di sektor teknologi digital.
Pelaksanaan rights issue telah efektif pada 9 Februari 2022. Kemudian distribusi HMETD pada 22 Februari 2022 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 23 Februari 2022.
(Taufik Fajar)