Share

Harga Minyak Dunia Nyaris USD100/Barel

Antara, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 320 2551553 harga-minyak-dunia-nyaris-usd100-barel-JaNXWkdujL.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia mendekati level USD100 per barel pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak naik karena khawatirkan konflik Rusia-Ukraina.

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April diperdagangkan hingga mencapai setinggi USD99,50 per barel, tertinggi sejak September 2014, sebelum menetap di USD96,84 dengan kenaikan USD1,52 atau 1,5%.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret juga mencapai tertinggi tujuh tahun di USD96 per barel, sebelum ditutup pada USD92,35 dengan kenaikan USD1,28 atau 1,4% dari posisi Jumat (18/2/2022).

Amerika Serikat dan Inggris mengumumkan sanksi yang menargetkan bank-bank Rusia, sementara Uni Eropa memasukkan lebih banyak politisi ke daftar hitam dan Jerman mengerem proyek pipa gas Nord Stream 2 senilai 11 miliar dolar AS.

"Pasar jelas memompa premi risiko yang berlebihan ketika Rusia memasuki bagian separatis Ukraina dan premi ketakutan ini secara bertahap luruh," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan gelombang pertama sanksi terhadap Rusia, menargetkan bank-bank Rusia dan utang negara, dan berjanji akan memberikan hukuman yang lebih berat ke depan jika Rusia melanjutkan agresinya. Sanksi itu tidak termasuk pasokan energi.

Krisis Ukraina telah menambah dukungan lebih lanjut ke pasar minyak yang melonjak karena pasokan yang terbatas ketika permintaan pulih dari pandemi COVID-19.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, telah menolak seruan untuk meningkatkan pasokan lebih cepat.

Menteri Negara Minyak Nigeria berpegang pada pandangan OPEC+ bahwa lebih banyak pasokan tidak diperlukan, mengutip prospek lebih banyak produksi dari Iran jika kesepakatan nuklirnya dengan kekuatan dunia dihidupkan kembali.

Pembicaraan tentang memulihkan kesepakatan untuk mengekang program nuklir Iran dan mengurangi sanksi hampir selesai, kata seorang utusan Rusia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor minyak Iran lebih dari 1 juta barel per hari.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini