Share

Perang Rusia-Ukraina Belum Usai, Bagaimana Nasib IHSG Pekan Depan?

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 278 2553461 perang-rusia-ukraina-belum-usai-bagaimana-nasib-ihsg-pekan-depan-XSpF5V68G8.jpg Nasib IHSG pekan depan akibat perang Rusia-Ukraina. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA -ย Bursa saham Indonesia dinilai masih menarik di tengah pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina memicu reli komoditas.

Mirae Asset Sekuritas percaya tingkat vaksinasi penuh saat ini sebesar 55 persen, dapat mencapai tingkat vaksinasi penuh sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2022.

ย BACA JUGA:IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Tertekan Sentimen Rusia-Ukraina

Hal ini akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

โ€œOleh karena itu, kami percaya bahwa pasar saham domestik saat ini masih menarik di tengah pandemi yang saat ini sedang berlangsung,โ€ tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, dikutip Sabtu (26/2/2022).

Meski sepekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan naik tipis 0,07 persen.

Pergerakan saham pekan ini banyak dipengaruhi faktor eksternal terutama perang Rusia dengan Ukraina.

Bahkan, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,08 triliun dan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp23,602 triliun.

Mirae Asset sendiri yakin investor asing tetap percaya pada ekuitas Indonesia dengan melakukan pembelian bersih asing yang cukup besar sekitar Rp894 miliar.

ย BACA JUGA:Investor Asing Percaya Pasar Modal RI, IHSG Diprediksi Tembus Level 7.300 di Akhir 2022

Saham komoditas membukukan keuntungan di tengah invasi Rusia.

Dengan demikian perusahaan pertambangan logam meningkat, seperti ANTM (+0,9 persen) dan INCO (+3,2 persen).

Perusahaan batu bara juga meningkat.

"Kami menilai masih ada ruang bagi perusahaan pertambangan logam dan batu bara untuk meningkat di tengah kenaikan harga komoditas. Kami percaya invasi Rusia ke Ukraina hanya membawa volatilitas jangka pendek ke IHSG (bukan koreksi pasar yang signifikan), karena Indonesia, sebagai negara produsen komoditas, harusnya mendapatkan keuntungan dari kenaikan komoditas," tulis Mirae Asset.

Dalam komoditas, invasi Rusia ke Ukraina memicu reli komoditas.

Harga minyak mentah Brent melampaui USD105/bbl karena aksi militer Rusia.

Serangan itu telah menakuti pasar yang sudah menderita kendala pasokan dan permintaan yang kuat.

Harga nikel meningkat di tengah kekhawatiran gangguan pasokan, mengingat Rusia adalah produsen nikel terbesar ketiga di dunia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini