Share

Mendag Temukan Minyak Goreng Tak Sesuai HET di Pasar, Pedagang Beri Pengakuan Ini

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 26 Februari 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 26 320 2553412 mendag-temukan-minyak-goreng-tak-sesuai-het-di-pasar-pedagang-beri-pengakuan-ini-HInHjAl2ze.JPG Mendag Muhammad Lutfi cek harga minyak goreng di pasar. (Okezone)

MEDAN - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi mengecek harga kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan, Sabtu (26/2/2022) pagi.

Dia menemukan adanya sejumlah komoditi yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Termasuk minyak goreng dan gula.

Kedua bahan itu yang masih dijual lebih Rp300-Rp500 dari HET.

Meski hanya sedikit di atas HET, namun Lutfi langsung meminta kepada pedagang untuk patuh pada yang telah ditetapkan pemerintah.

 BACA JUGA:Minyak Goreng Langka, Ditimbun Ya?

Menurut Lutfi tidak ada alasan menaikkan harga minyak goreng di atas HET, karena saat ini stok minyak goreng sangat melimpah. Termasuk di Sumatera Utara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita bisa melihat bahwa, meskipun ada tren minyak mulai penuh dalam 2-3 hari kemarin, namun harusnya sudah sejak minggu lalu. Mungkin ada masalah distribusi," ucapnya.

Lutfi mengungkapkan berdasarkan hitungan pihaknya, saat ini ada surplus 15 hari untuk minyak goreng di Sumatera Utara. Jumlah itu pun terbilang banyak.

"Tapi sepertinya ada kendala distribusi sehingga belum semua turun ke bawah. Saya minta tolong ke pak gubenur untuk mengawal ini, Kalau ada macam-macam, saya minta tolong ditindak secara hukum," tegasnya.

 BACA JUGA:Operasi Pasar Murah, Wali Kota Palangka Raya Tambah Subsidi Harga Minyak Goreng Rp3.000 Per Liter

Pedagang di Pusat Pasar Medan Herman Yahya (58) memberi pengakuan, kalau minyak goreng murah sesuai HET pemerintah memang sudah mulai masuk dengan sejak kemarin.

Namun, sebelumnya harga pengambilan relatif tinggi sehingga pihaknya memutuskan tidak menjual komoditi tersebut.

"Kemarin mulai masuk. Lebih dari 20 kotak. Ada yang kemasan 2 liter ada yang 1 liter. Harga pengambilan wajar hingga kami bisa jual Rp14 ribu per liter. Sebelumnya bukan enggak ada. Tapi modalnya saja Rp14.500. Dengan modal segitu, kami harus jual Rp17 ribu. Tapi kalau kami jual segitu jadi enggak laku, makanya kita jadinya enggak jual," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menyebut surplus minyak goreng di Sumatera Utara sebenarnya mencapai lebih dari 50 ribu ton pertahunnya.

Itu sesuai dengan jumlah produksi yang mencapai 230 ribu ton dan konsumsi yang hanya 180 ribu ton.

"Namun sejak 4 april lalu memang, stok terus menurun. Tapi tadi pagi saya monitor, minyak sudah turun ke pasar dan kita mulai bisa mengurai ini. Sehingga masyarakat kita bisa merdeka lagi menikmati minyak goreng murah," jelasnya.

Sebagai informasi, Lutfi datang bersama jajarannya serta didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk mengecek ke pasar tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini