Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Bisa Menyusut akibat Perang Rusia-Ukraina

Antara , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2022 |21:06 WIB
Ekonomi RI Bisa Menyusut akibat Perang Rusia-Ukraina
Konflik Rusia-Ukraina hambat pemulihan ekonomi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

 JAKARTA - Ekonomi Indonesia diprediksi turun 0,014% akibat konflik Rusia dan Ukraina yang saat ini tengah berlangsung. Lembaga kajian ekonomi dan keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai perang ini mengakibatkan transmisi kenaikan harga minyak yang pada akhirnya akan mendorong terjadinya inflasi.

"Terutama inflasi harga bergejolak karena beberapa komoditas," kata Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurahman, Rabu (2/3/2022).

Inflasi harga bergejolak tersebut pun sudah mulai bergerak, terutama untuk komoditas minyak, gas, dan daging. Dia menjelaskan hal itu akan ditambah pula dengan kemungkinan kenaikan harga komoditas pokok seiring dengan datangnya bulan Ramadhan.

"Apalagi ini masih di tengah pandemi, sehingga akan ada penurunan ekonomi kita dalam jangka pendek," ujarnya.

Rizal memperkirakan harga minyak akan naik hingga 1,14% akibat ketidakpastian konflik Rusia dan Ukraina, dengan kemungkinan harga komoditas lainnya akan mengikuti seiring dengan vitalnya peran minyak di seluruh sektor perekonomian.

Adapun kenaikan harga komoditas lainnya yang akan mengikuti seperti daging yang diprediksikan naik hingga 0,07%, ekstraksi (gas dan listrik) 0,19%, pangan 0,05%, makanan olahan 0,08%, serta transportasi dan komunikasi 0,1%.

Maka dari itu, ia berharap pemerintah bisa segera mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga berbagai komoditas dalam jangka pendek tersebut.

"Apalagi kita belum mengetahui perang ini akan terjadi sampai kapan dan berapa lama," tutur Rizal.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan akan turun akibat konflik Rusia dan Ukraina, ia mengatakan penurunan tersebut tak terlalu dalam jika dibandingkan dengan negara lain seperti Tiongkok yang akan turun sekitar 0,022% dan Amerika Serikat 0,023%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement