JAKARTA - Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS anjlok karena perang di Ukraina membayangi percepatan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 0,53% atau 79,86 poin, menjadi menetap di 33.614,80 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,79% atau 34,62 poin, menjadi berakhir pada 4.328,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 1,66% atau 224,50 poin, menjadi ditutup di 13.313,44 poin.
Ekuitas secara global melemah, dengan aset-aset safe-haven dalam permintaan setelah pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam apa yang disebut Washington sebagai serangan sembrono yang berisiko menimbulkan bencana.
Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan pekerjaan tumbuh lebih dari yang diharapkan 678.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran turun menjadi 3,8%, terendah sejak Februari 2020.
"Tiga atau empat minggu yang lalu, kami akan berpikir bahwa ini adalah angka yang sangat penting. Tetapi mengingat latar belakang dan keseluruhan peristiwa yang terjadi di Eropa, ternyata tidak," kata Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments di Charlotte.