Share

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Mata Uang Lainnya Keok

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 320 2559270 rupiah-menguat-lawan-dolar-as-mata-uang-lainnya-keok-YFohYpod9e.jpg Rupiah menguat hari ini. (Shutterstock)

JAKARTA - Nilai mata uang rupiah di pasar spot hari ini dibuka menguat atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis pagi (10/3/2022). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.17 WIB, mata uang Garuda naik 48 poin atau 0,33% di Rp14.294 per 1 dolar Amerika Serikat

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik terpantau bergerak variatif atas dolar AS, seperti Dolar Hong Kong koreksi -0,01% di 7,8197, Won Korea Selatan tertekan -0,42% di 1.228,40, dan Ringgit Malaysia tumbuh 0,02% di 4,1840.

Peso Filipina turun -0,34% di 52,155, Dolar Taiwan turun -0,27% di 28,370, Baht Thailand tumbuh 0,06% di 33,000, Dolar Singapura anjlok -0,05% di 1,3585, dan Yuan China terpuruk -0,05% di 6,3206.

 BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp14.367/USD

Adapun Yen Jepang tertekan -0,22% di 116,07, sementara Dolar Australia naik 0,27% di 0,7302.

Indeks dolar yang mengukur kinerja sejumlah mata uang lainnya dibuka menguat 0,20% di 98,16.

Sementara Euro mulai stabil setelah reli beberapa hari terakhir ini, menyambut positif pertemuan antara perwakilan Rusia dan Ukraina.

Sebagai informasi, Rusia telah mengumumkan gencatan senjaga kemanusiaan untuk memberikan kesempatan warga Ukraina berlindung dan berpindah tempat dari kota-kota yang telah terkepung agresi militer.

"Sejumlah pengamat mungkin berpikir bahwa perang di Ukraina mungkin telah berakhir dalam semalam (saat ada gencatan senjata). Sayangnya, tidak demikian," kata analis NAB dalam catatan pagi, dilansir Reuters, Kamis (10/3/2022).

Selain kelanjutan konflik di Eropa Timur, investor valuta asing juga terus mencermati langkah-langkah bank sentral, seperti European Central Bank (ECB), dan Federal Reserve Amerika Serikat, terutama dalam mempengaruhi kebijakan moneter.

 BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Level Rp14.386/USD

Lonjakan inflasi yang tinggi berkait kenaikan harga-harga komoditas membuat bank sentral bersiap untuk menaikan suku bunga acuan.

Gencatan senjata tidak berarti terwujudnya perdamaian.

Pasar masih terus mencermati kemungkinan yang terjadi ke depan, dengan melihat seberapa besar dampak atas sanksi yang dijatuhkan terhadap Rusia.

Yang terdekat, pasar valuta asing menunggu rilis data inflasi yang dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis (10/3) waktu AS, dengan perkiraan akan ada kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh Fed.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini