Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, operasional LRT tersebut telah mundur dari rencana awal yakni Juni 2019.
“Jadi untuk operasional LRT (Jabodebek) mengalami pergeseran target COD (commercial operation date) yang semula 2019 menjadi bulan Agustus tahun 2022 ini,” kata Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo.
Sementara itu, VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, KAI telah mengusulkan skema tarif LRT Jabodebek terdiri dari tarif dasar dan tarif tambahan per kilometer (km) berikutnya.
BACA JUGA:LRT Jakarta Siapkan Rute Integrasi Pegangsaan-JIS
Tarif rata-rata maksimal dipatok Rp15.000.
“Tarif LRT Jabodebek yang KAI usulkan adalah rata-rata Rp15.000. Tarifnya menggunakan skema tarif progresif yang terdiri dari tarif dasar dan tarif per-KM berikutnya,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.