Share

Bos Bulog Yakin Sebelum Puasa Harga dan Stok Minyak Goreng Normal

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 320 2560067 bos-bulog-yakin-sebelum-puasa-harga-dan-stok-minyak-goreng-normal-RaJlOciLzU.jpg Bulog Yakin Stok Minyak Goreng Segera Normal. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan stok minyak goreng yang harus disuplai ke masyarakat belum tersedia. Hal ini menjadi sebab terjadinya kelangkaan pangan pokok itu di pasaran.

Buwas menjelaskan stok minyak goreng yang dibutuhkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk kebutuhan masyarakat hingga kini belum juga terpenuhi. Dia menduga ada oknum tertentu yang dengan sengaja melakukan penimbunan sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan.

Baca Juga: Bulog Tak Terima Penugasan Stabilkan Harga Minyak Goreng

"Jatah yang ada di Kementerian Perdagangan jumlah yang dibutuhkan untuk dalam negeri, untuk kebutuhan masyarakat, tetapi sampai hari ini kok kosong gitu, pasti ada something dong, yang bisa membuktikan ini dari pihak penegakan hukum," ujar Buwas saat ditemui di kawasan pergudangan Bulog, Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Perkara ini, lanjut Buwas, tengah diselidiki oleh pihak Kepolisian berdasarkan laporan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Dia pun optimis penegak hukum akan menemukan bukti dan aktor utama dibalik permasalahan komoditas dasar tersebut.

Buwas pun yakin sebelum Ramadhan dan Lebaran stok dan harga minyak goreng di pasaran akan kembali normal. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

Baca Juga: Heboh Sandal Berbaris Antre Beli Minyak Goreng, ke Mana Pemiliknya?

"Dan kita tunggu pihak kepolisian saat ini sedang bekerja dan saya yakin Polisi mudah membuktikan itu, karena mereka sudah didukung oleh peralatan teknologi dan itu mudah, mudah-mudahan sebelum Puasa ini minyak goreng sudah normal. Kebutuhan konsumsi masyarakat bisa terpenuhi," ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar penegakan hukum mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan penimbunan minyak goreng atau pangan pokok lainnya. Menurutnya, penimbunan menjadi faktor fundamental kelangkaan dan melonjaknya harga komoditas di masyarakat.

Selain menindak tegas pelaku penimbunan, Ma'ruf Amin menginstruksikan agar kementerian dan lembaga (K/L) terkait mengambil langkah inisiatif dan strategis agar bisa menekan kenaikan harga komoditas di pasar saat Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2022.

"Ketiga stabilitas harga jangka pendek dalam menghadapi sampai lebaran, ini jangan sampai terjadi ketidakstabilan harga, karena itu ini agak, ada hubungannnya dengan ketersediaannya pasokan dan juga kelancaran daripada distribusi sehingga stabilitas harga ini bisa dijamin," ungkapnya.

Di lain siai, Ma'ruf Amin juga meminta agar para pelaku bisnis tidak melakukan ekspor komoditi ke negara tujuan ekspor. Larangan itu menyusul terjadinya kelangkaan komoditas di dalam negeri, misalnya kelangkaan minyak goreng yang sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Dia menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Karena itu, pelaku usaha patut mendukung langkah pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini