Share

Saratoga Raup Laba Rp24,8 Triliun di 2021, Emiten Milik Sandiaga Uno & Edwin Soeryadjaya

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2561936 saratoga-raup-laba-rp24-8-triliun-di-2021-emiten-milik-sandiaga-uno-edwin-soeryadjaya-R1TJbHSxZJ.jpg Laba Saratoga (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp24,89 triliun atau naik tajam dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp8,82 triliun.

Presiden Direktur Saratoga, Michael William P Soeryadjaya, mengatakan bahwa kemampuan perusahaan portofolio investasi Saratoga dalam mengoptimalkan peluang selama fase pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 di tahun 2021 menjadi kunci kinerja cemerlang perseroan.

“Dengan didukung fundamental yang kokoh dan sektor bisnis yang strategis, mayoritas harga saham portofolio Saratoga mengalami kenaikan yang tinggi di tahun lalu,” ujarnya dikutip Harian Neraca (15/3/2022).

Disampaikannya, salah satu sumber pertumbuhan NAV Saratoga pada tahun lalu adalah lonjakan harga saham di hampir semua portofolio investasi dan terutama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Kenaikan harga saham itu, lanjut Michael, sejalan dengan kinerja keuangan yang juga semakin solid.

Hal ini terbukti dari kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut terhadap pendapatan dividen Saratoga yang mencapai Rp 1,65 triliun selama tahun 2021, tumbuh 120% daripada tahun 2020 sebesar Rp 750 miliar.

“Kami mengapresiasi langkah strategis dan taktis yang telah dilakukan sehingga mereka berhasil mengoptimalkan momentum pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sejak tahun lalu. Ke depan, Saratoga akan terus terlibat aktif dalam proses pertumbuhan dan penguatan fundamental bisnis di setiap perusahaan investasi,” jelas Michael.

Asal tahu saja, lonjakan laba perseroan didukung atas peningkatan signfikan keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas dari Rp 8,48 triliun menjadi Rp 24,40 triliun. Begitu juga penghasilan dividen dan bunga naik dari Rp 767,97 miliar menjadi Rp 1,65 triliun.

Sedangkan beban usaha, rugi selisih kurs, dan beban bunga mengalami penurunan. Perseroan menyebutan, lonjakan laba bersih tersebut menjadikan laba per saham dasar menguat dari Rp 653 menjadi Rp 1.846 per saham.

Sedangkan kas dan setara kas akhir tahun perseroan mencapai Rp 462,11 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2020 mencapai Rp 430,60 miliar. Saat ini, Saratoga berinvestasi pada sejumlah saham. Di antaranya menguasai sebanyak 34,23% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebanyak 19,13%, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebanyak 29,79%.

Perseroan juga tercatat sebagai pemegang 52,21% saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), menguasai 44,87% sham PT Provident Agro Tbk (PALM), sebanyak 8,39% saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), sebanyak 7,12% saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Saratoga juga berinvestasi pada beberapa perusahaan digital dan beberapa perusahaan yang sahamnya belum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini