JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp24,89 triliun atau naik tajam dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp8,82 triliun.
Presiden Direktur Saratoga, Michael William P Soeryadjaya, mengatakan bahwa kemampuan perusahaan portofolio investasi Saratoga dalam mengoptimalkan peluang selama fase pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 di tahun 2021 menjadi kunci kinerja cemerlang perseroan.
“Dengan didukung fundamental yang kokoh dan sektor bisnis yang strategis, mayoritas harga saham portofolio Saratoga mengalami kenaikan yang tinggi di tahun lalu,” ujarnya dikutip Harian Neraca (15/3/2022).
Disampaikannya, salah satu sumber pertumbuhan NAV Saratoga pada tahun lalu adalah lonjakan harga saham di hampir semua portofolio investasi dan terutama PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Kenaikan harga saham itu, lanjut Michael, sejalan dengan kinerja keuangan yang juga semakin solid.
Hal ini terbukti dari kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut terhadap pendapatan dividen Saratoga yang mencapai Rp 1,65 triliun selama tahun 2021, tumbuh 120% daripada tahun 2020 sebesar Rp 750 miliar.
“Kami mengapresiasi langkah strategis dan taktis yang telah dilakukan sehingga mereka berhasil mengoptimalkan momentum pertumbuhan ekonomi yang terus membaik sejak tahun lalu. Ke depan, Saratoga akan terus terlibat aktif dalam proses pertumbuhan dan penguatan fundamental bisnis di setiap perusahaan investasi,” jelas Michael.