Share

Pinjam dari Bank, Indosat Bakal Lunasi Obligasi Rp1,5 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 278 2561967 pinjam-dari-bank-indosat-bakal-lunasi-obligasi-rp1-5-triliun-KYjEqg3fQF.jpg Indosat Bakal Bayar Lunasi Obligasi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) menyiapkan dana untuk pelunasan obligasi senilai Rp1,5 triliun dari pinjaman perbankan.

Corporate Secretary Indosat, Billy Nikolas Simanjuntak mengatakan bahwa perseroan berencana melunasi pokok Obligasi Indosat VIII Tahun 2012 Seri B senilai Rp1,5 triliun pada 27 Juni 2022.

"Pelunasan menggunakan fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan," paparnya dikutip Harian Neraca, Selasa (15/3/2022).

Billy menambahkan, per 31 Desember 2021, Indosat memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan senilai Rp5,7 triliun. Artinya, masih cukup dana untuk pelunasan obligasi jatuh tempo.

Sebelumnya, Director and Chief Financial Officer Indosat Nicky Lee Chi Hung menuturkan, saat ini pihaknya masih mempertimbangkan opsi-opsi yang ada untuk melunasi utang obligasi.

"Kami akan melihat segala opsi yang kami miliki, dengan memastikan apa yang kami lakukan adalah hal yang terbaik bagi pemegang saham," ujar dia

Berdasarkan laporan keuangan periode tahun buku 2021, emiten berkode saham ISAT ini tercatat memiliki utang obligasi jangka pendek senilai Rp4,5 triliun di akhir Desember 2021.

Obligasi tersebut terdiri dari Obligasi VIII Seri B senilai Rp1,5 triliun yang jatuh tempo pada 27 Juni 2022, PUB III Tahap II Seri B senilai Rp1,33 triliun yang jatuh tempo pada 23 Juli 2022. Lalu PUB II Tahap I Seri C Rp312 miliar jatuh tempo 31 Mei 2022, PUB II Tahap II Seri C Rp498 miliar jatuh tempo 9 September 2022, dan PUB I Tahap II Seri D Rp337 miliar jatuh tempo 4 Juni 2022.

Kemudian PUB III Tahap I Seri B Rp408 miliar jatuh tempo 5 Maret 2022, dan PUB I Tahap III Seri C jatuh tempo pada 8 Desember 2022. Sebagai informasi, ISAT juga memiliki pinjaman senilai Rp2,71 triliun dan sukuk Rp432,8 miliar yang harus dilunasi dalam jangka pendek.

Adapun pada akhir 2021, perseroan memiliki jumlah aset Rp63,3 triliun atau naik 1 persen dibandingkan akhir 2020 sebesar Rp62,7 triliun.

Rinciannya, jumlah aset lancar perseroan senilai Rp11,4 triliun dan aset tidak lancar Rp51,8 triliun hingga akhir 2021. Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp53 triliun di 31 Desember 2021, bertambah 6,5% dari Rp49,8 triliun di 31 Desember 2020.

Sementara itu, jumlah ekuitas Indosat turun 20,2% dari Rp12,9 triliun di akhir 2020, menjadi Rp10,3 triliun di akhir 2021.

Sebagai informasi, perseroan mengaku optimis dapat menjadi pemain penting di pasar seluler Indonesia pasca merger dengan PT Hutchison Indonesia (H3I). SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchinson, Steve Saerang seperti dikutip kontan pernah menyampaikan bahwa perusahaan Indosat Ooredo Hutchinson akan menjadi pemain nomor dua yang lebih kuat di pasar seluler Indonesia.

”Kami akan menjadi pemain nomor dua yang lebih kuat di pasar seluler Indonesia, memiliki posisi yang baik untuk menawarkan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, menciptakan nilai lebih bagi pemegang saham dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital Indonesia,“ ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini