Share

Sri Mulyani Klaim IHSG dan Rupiah Stabil di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Antara, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 278 2562648 sri-mulyani-klaim-ihsg-dan-rupiah-stabil-di-tengah-perang-rusia-ukraina-Fxi5BvugKo.jpg Sri Mulyani sebut IHSG dan Rupiah stabil (Foto: Antara)

JAKARTA - Pergerakan IHSG dan Rupiah dinilai stabil di tengah perang Rusia-Ukraina. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan nilai tukar rupiah masih relatif stabil dan bisa menahan gejolak.

"Indonesia relatif dapat menahan gejolak tersebut sejauh ini," tegas Sri Mulyani, Rabu (16/3/2022).

Dia menjelaskan ketahanan pasar keuangan domestik tersebut terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan global yang meningkat karena ekonomi kedua negara sangat terpukul akibat perang.

IHSG domestik tercatat tumbuh 0,5% selama invasi Rusia, yakni pada 25 Februari sampai 11 Maret 2022, sehingga secara keseluruhan meningkat 5,2% sejak 1 Januari sampai 11 Maret 2022.

Penguatan IHSG tersebut cukup tinggi jika dibandingkan negara lain yang cenderung terkontraksi antara lain seperti Filipina, Singapura, Vietnam, Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, Thailand, Korea Selatan, dan Jerman.

Hal tersebut, lanjut Sri, juga terlihat dari nilai tukar rupiah yang meningkat 0,4% pada 25 Februari sampai 11 Maret 2022, meski secara keseluruhan tahun atau sejak 1 Januari sampai 11 Maret 2022 sedikit terkontraksi 0,2%.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Namun, depresiasi mata uang Garuda sejak awal tahun cukup rendah jika dibandingkan dengan Thailand, Singapura, Jepang, India, Argentina, Filipina, bahkan Eropa.

"Ini menunjukkan bahwa dalam konteks perekonomian Indonesia, baik jika dilihat dari neraca pembayaran maupun komposisi ekonomi, saya kira kita relatif tangguh dari negara-negara tersebut," ungkap Sri Mulyani.

Meski begitu, dia menegaskan tak berarti pemerintah Indonesia akan meremehkan dampak jangka panjang dari konflik kedua negara, yang kemungkinan akan sangat kompleks nantinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini