Share

Adhi Karya (ADHI) Raup Laba Bersih Rp55,1 Miliar, Meroket 130%

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 278 2563789 adhi-karya-adhi-raup-laba-bersih-rp55-1-miliar-meroket-130-wsxSoA5BmF.jpeg Laba Adhi Karya melesat 130% (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Laba bersih PT Adhi karya Tbk (ADHI) melonjak 130% dari Rp23,97 miliar di 2020 menjadi Rp55,18 miliar. Dengan begitu, laba per saham dasar menjadi Rp15,5, jauh lebih besar dibandingkan akhir tahun 2020 yang hanya Rp6,73.

Perseroan menyebutkan, peningkatan laba sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan. Di mana pendapatan meningkat 6,48% dari Rp10,82 triliun menjadi Rp11,53 triliun pada 2021. Sedangkan laba usaha naik dari Rp1 triliun menjadi Rp1,21 triliun.

Rincinya, pendapatan dari rekayasa dan konstruksi tumbuh 18,2% menjadi Rp9,366 triliun. Serupa, pendapatan investasi dan konsesi naik 139% menjadi Rp478,72 miliar. Tapi pendapatan dari properti terpapas 45,25% menjadi Rp895,69 miliar. Kemudian pendapatan manufaktur turun 26,12% tersisa Rp789,28 miliar. Walau beban pokok pendapatan membengkak 7,5% menjadi Rp9,774 triliun, tapi laba kotor tumbuh 1,2% menjadi Rp1,756 triliun.

Menariknya, perseroan dapat menekan beban umum dan administrasi sedalam 12,6% menjadi Rp623,36 miliar. Pada sisi lain, bagian laba venture bersama meningkat 131,41% menjadi Rp361,81 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh% menjadi Rp39,9 triliun. Hal itu dipicu penerbitan Obligasi senilai Rp4,24 triliun, tahun lalu tercatat nihil.

Selain itu, perseroan dalam memperkuat modal akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue, dengan melepas sebanyak 7.121.658.184 lembar saham seri B bernominal Rp100 per saham. Nantinya, dana hasil right issue itu, akan digunakan untuk penyertaan proyek investasi berupa jalan tol, SPAM (Pengelolaan Air), pengelolaan limbah, dan preservasi jalan.

Perseroan telah menetapkan rencana untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Namun, perseroan memiliki keterbatasan ekuitas. Ekuitas perseroan sangat kecil dibandingkan dengan BUMN Karya lain terutama BUMN Karya yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Terlebih, pada tahun 2020, kondisi keuangan perseroan diperparah dengan adanya Covid-19 yang telah menghantam perekonomian dunia, bahkan di berbagai negara perekonomian tidak tumbuh dan terancam resesi.

Rencananya, pelaksanaan right issue dilaksanakan dalam rentang 12 bulan sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 7 April 2022 dan pernyataan efektif. Sebelumnya, Adhi Karya meraih fasilitas pendanaan sekitar Rp4 triliun untuk penyelesaian pembangunan kawasan depo dan stasiun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Dana tersebut berasal dari sindikasi perbankan sebesar Rp2,39 triliun dan PMN tahun 2015 senilai Rp1,3 triliun.

β€œDari dana tersebut, kami sudah menyerap kurang lebih Rp950 miliar atau hampir Rp1 triliun, dana ini digunakan untuk pembangunan 17 stasiun dan depo,” ujar Manajer Biro Keuangan Departemen Perkeretaapian Adhi Karya, Achmad Nurrohman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini