Share

Embargo Minyak Rusia Bikin Harga Brent Meroket 3%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 320 2565191 embargo-minyak-rusia-bikin-harga-brent-meroket-3-VlsqHb4h0C.jpg Embargo Minyak Rusia Bikin Harga Minyak Meroket. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah atu crude oil mengalami lonjakan signifikan menyambut awal pekan ini. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April 2022 naik 3,30% di USD108,16 per barel, sedangkan WTI Mei 2022 menguat 3,45% di USD106,65 per barel

Sementara data ICE Newcastle menunjukkan harga Brent kontrak Mei 2022 melejit 3,19% di USD111,37 per barel, dan Brent Juni 2022 naik 3,14% di USD108,37 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Terus Turun dalam 5 Hari, Brent Anjlok 1,9%

Kenaikan di pasar minyak mentah terjadi menyusul langkah Uni Eropa yang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam embargo minyak Rusia. Selain itu, serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi oleh kelompok Houthi Yaman juga turut membebani pasar.

"Serangan Houthi di Saudi dapat membahayakan fasilitas produksi dari OPEC, dan potensi embargo minyak Uni Eropa terhadap Rusia telah membuat harga minyak melonjak di Asia," kata analis senior OANDA Jeffrey Halley dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir hingga 6,5%, Brent di Bawah USD100/Barel

Jeffrey menilai pasar minyak masih akan berlangsung ketat karena terputusnya pasokan Rusia akan membuat cadangan global mengalami defisit.

"Bahkan jika perang Ukraina berakhir besok, dunia akan menghadapi defisit energi struktural, akibat sanksi yang diterapkan terhadap Rusia," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Seperti diketahui, para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang akan membahas soal sanksi terhadap Moskow.

AS terus mendesak Eropa dan berharap Benua Biru itu dapat mengikuti langkahnya untuk embargo minyak dari Rusia, meskipun sejumlah negara Eropa mengakui bahwa pasokan energi dari Rusia begitu vital bagi mereka.

Pejabat Uni Eropa diperkirakan akan mempertimbangkan permintaan AS. Situasi konflik yang masih panas membuat pasar minyak masih fokus terhadap solusi yang dapat menggantikan barel Rusia yang terkena sanksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini