Share

Ekonomi Digital RI Bakal Tembus Rp4.300 Triliun, Erick Thohir: Ini Luar Biasa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2565931 ekonomi-digital-ri-bakal-tembus-rp4-300-triliun-erick-thohir-ini-luar-biasa-zEPo1VmC9Q.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Soal Potensi Ekonomi Digital Indonesia. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan pertumbuhan ekonomi digital di dalam negeri delapan kali lebih cepat daripada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bahkan pada 2030, kontribusi ekonomi digital di Indonesia mencapai Rp4.300 triliun.

Erick pun memandang pertumbuhan ekonomi digital ini menjadi kekuatan luar biasa bagi Indonesia ke depannya.

Baca Juga: 3 Inisiatif BI soal Pembayaran Digital di Indonesia

"Potensi daripada ekonomi digital kita, ekonomi digital kita itu akan tumbuh delapan kali lebih cepat daripada pertumbuhan GDP kita, ini luar biasa, kita akan mempunyai di tahun 2030 (nilai ekonomi digital) Rp4.300 triliun," ungkap Erick, Selasa (22/3/2022).

Selain hilirisasi sumber daya alam (SDA), hilirisasi digitalisasi menjadi konsentrasi pemerintah saat ini. Artinya, penguatan ekosistem digital di Tanah Air terus dikuatkan dan dipastikan dampak terhadap makro ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Digital Rp1.700 Triliun, UMKM Dapat Berapa?

Bahkan, di sisi Gross Merchandise Value (GMV), potensi digital ekonomi RI lebih besar dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara (ASEAN). Dan dipastikan potensi ini terus membesar lagi.

"Ini hal potensi yang amat sangat kita perhatikan selain SDA tadi. Kalau kita lihat di Asia Tenggara, kita yang terbesar dan akan terus tumbuh. Tapi ini secara marketnya, artinya apa? Inovasi investasi di startup harus di balance atau dikembalikan kepada Indonesia, Indonesia jangan hanya dijadikan market," ungkap dia

Erick juga mencatat perlunya mendesain peta jalan atau roadmap ekonomi digital Indonesia yang didasarkan pada kebutuhan di dalam negeri. Dengan kata lain, peta jalan ini tidak mengacu pada roadmap negara lain.

"Kita tidak anti asing, tetapi penting sekali kita Indonesia harus punya roadmap Indonesia, bukan roadmap China, bukan roadmap AS, tetapi roadmap Indonesia agar memastikan pertumbuhan lapangan kerja dan investasi ada di Indonesia," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini