Share

Jaga Kesehatan APBN, Sri Mulyani: Uang Kita Lindungi Seluruh Masyarakat Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 320 2569635 jaga-kesehatan-apbn-sri-mulyani-uang-kita-lindungi-seluruh-masyarakat-indonesia-1kN4QyKa6k.jpg Sri Mulyani pastikan jaga kesehatan APBN. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa cerita bagus mengenai kondisi APBN terus berlanjut, walaupun tantangan masih harus dihadapi.

Menurutnya, APBN akan terus bekerja keras sebagai shock absorber menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Kinerja APBN sampai akhir Februari 2022 menunjukkan pemulihan ekonomi yang makin membaik. Pendapatan negara di Februari 2021 hanya tumbuh 0,9%, tahun ini melonjak ke 37,7%. Realisasi pendapatan negara pun sudah mencapai Rp302,4 triliun.

"Ke depan, pendapatan negara diproyeksikan masih tetap tumbuh meski tidak sekuat dua bulan pertama," ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Selasa(29/3/2022).

 BACA JUGA:Pendapatan Negara Naik Capai Rp302,5 Triliun, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Cukup Kuat

Untuk belanja negara, tercatat sudah terealisasi hingga Rp282,7 triliun atau 10,4% dari target APBN.

Bulan Februari 2022 realisasi belanja barang penanganan Covid-19 mengalami penurunan.

"Artinya, kondisi sudah mulai membaik. Sedangkan untuk belanja modal akan terus difokuskan untuk menyelesaikan proyek infrastruktur prioritas," ungkapnya.

Sementara, realisasi Belanja Non-KL mencapai Rp93,6 triliun utamanya didukung penyaluran subsidi energi dan pembayaran pensiun/ jaminan kesehatan ASN.

Selanjutnya, realisasi anggaran perlindungan sosial mengalami pertumbuhan yang didorong oleh penyaluran bansos untuk menjaga daya beli masyarakat.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Rp4,5 Triliun dari Tax Amnesty Jilid II

Sampai dengan Maret 2022 sudah tersalurkan bansos kepada 10 juta KPM PKH dan 18,8 juta KPM Kartu Sembako.

Pembayaran iuran PBI JKN untuk 82,9 juta jiwa dan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar kepada 6,99 juta siswa pun sudah terealisasi. Ini semua diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi pemulihan ekonomi nasional.

Sri mengatakan, APBN harus terus dijaga kesehatannya, namun harus tetap suportif karena tujuan akhirnya bukan untuk APBN sehat sendiri. Tapi, APBN sehat agar dia bisa bekerja lebih keras lagi sehingga dapat terus melanjutkan pembangunan dan menciptakan investasi yang produktif untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

"Inilah bukti nyata APBN #UangKita hadir untuk kita dan akan terus menjaga dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini