Share

Sri Mulyani Punya 6 Kabar Baik Hari Ini, Utang Rp7.000 Triliun Lunas?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 320 2570541 sri-mulyani-punya-6-kabar-baik-hari-ini-utang-rp7-000-triliun-lunas-jRJMleb0eq.jpg Kabar baik dari Sri Mulyani (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulnyani mempunyai lima kabar baik hari ini untuk masyarakat Indonesia. Apakah ada kabar baik soal utang RI sebesar Rp7.000 triliun?

Untuk diketahui, utang Indonesia tercatat mencapai Rp6.919,15 triliun hingga akhir Januari 2022. Bahkan mengalami penambahan Rp10,28 triliun dibandingkan bulan sebelumnya atau Rp686,01 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun ternyata, kabar baik yang dimaksud adalah Sri Mulyani happy karena kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2022.

Salah satu hal yang membuat Bendahara Negara ini happy adalah pendapatan negara meningkat. Di sisi lain, belanja negara terjaga sehingga membyat APBN suprlus.

Dirangkum Okezone, Rabu (30/3/2022), berikut kabar baik dari Sri Mulyani untuk masyarakat Indonesia.

1. APBN Surplus

Sri Mulyani menyatakan APBN Februari 2022 kembali mengalami surplus sebesar Rp19,7 triliun atau 0,11% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Surplus APBN pada Februari tersebut sedikit melambat dari surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai Rp28,9 triliun atau 0,16% terhadap PDB.

Surplus APBN ini didorong oleh pendapatan negara yang mencapai Rp302,4 triliun dan lebih tinggi dari belanja negara yang sebesar Rp282,7 triliun.

2. Belanja Negara Terjaga

Realisasi belanja negara per Februari 2022 masih tetap terjaga dengan baik yaitu sebesar Rp282,7 triliun atau 10,4% dari pagu APBN 2022 sebesar Rp2.714,2 triliun.

“APBN kinerjanya baik sampai Februari. Belanja negara realisasinya Rp282,7 triliun,” katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Senin.

3. Pendapatan Negara Naik 37,7%

Pendapatan negara per Februari 2022 naik 37,7% (yoy) yaitu dari Rp219,6 triliun pada Februari tahun lalu menjadi Rp302,4 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan negara 37,7% atau kita sudah mengumpulkan Rp302,4 triliun,” katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Senin.

4. Penerimaan Pajak Naik

Realisasi pendapatan negara meliputi penerimaan perpajakan Rp256,2 triliun yang meningkat 40,9% dari Rp181,8 triliun pada Februari 2021 serta PNBP Rp46,2 triliun.

Penerimaan perpajakan ini terdiri dari penerimaan pajak Rp199,4 triliun yang naik 36,5% dari periode sama tahun lalu Rp146,1 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp56,7 triliun yang juga naik 59,3% dari Rp35,6 triliun.

5. Penerimaan Cukai

Sementara untuk penerimaan kepabeanan dan cukai yang sebesar Rp56,7 triliun atau 23,2% dari target Rp245 triliun meliputi bea masuk yang tumbuh 37,1% sebagai dampak membaiknya ekonomi nasional serta didorong oleh sektor perdagangan, pengolahan dan pertambangan.

Penerimaan kepabeanan dan cukai juga didorong oleh cukai yang tumbuh 53,3% karena implementasi kebijakan cukai dan efektivitas pengawasan serta kebijakan relaksasi PPKM dan membaiknya sektor perhotelan termasuk pariwisata.

Bea keluar yang tumbuh 176,8% turut mendorong penerimaan kepabeanan dan cukai seiring kenaikan harga produk kelapa sawit (CPO) dan peningkatan volume ekspor tembaga.

6. Pembiayaan Anggaran melalui Utang Turun 66,1%

Pembiayaan anggaran negara melalui utang sepanjang Januari-Februari 2021 turun 66,1% menjadi Rp92,9 triliun dari Rp273,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jumlah pembiayaan utang kita merosot sangat tajam. Artinya, realisasi pembiayaan penerbitan utang kita turun hingga 66% dari tahun lalu," kata Menkeu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini