Peta jalan tersebut juga menyebutkan bahwa PLN diasumsikan dapat menyediakan sekitar 35 persen dari total rencana yang dicanangkan.
Penyediaannya dapat dilakukan secara mandiri ataupun berkolaborasi dengan partner potensial.
"Sinergi PLN dengan pihak lain merupakan langkah penting dari inovasi yang dapat diperluas dan dikembangkan guna saling memperkuat value dan manfaat bagi penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia," tandasnya.
Untuk SPBKLU, saat ini sudah ada kerja sama antara PLN dengan Swap dan Volta.
BACA JUGA:3 Pabrik Otomotif Siap Luncurkan Mobil Listrik Tahun Ini, Siapa Saja?
Jumlah ini akan terus berkembang mengingat masih ada proses kerjasama dalam tahap finalisasi.
Sebagai catatan, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, porsi pembangkit listrik berbasis EBT pada 2030 ditargetkan mencapai 29 gigawatt (GW).
Untuk mencapai target tersebut, PLN bakal menambah pembangkit EBT baru hingga 20,9 GW.
(Zuhirna Wulan Dilla)