Lebih jauh, perseroan juga telah berhasil mencapai tonggak sejarah baru dengan merampungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan secara resmi menjadi perusahaan terbuka.
“Pencapaian-pencapaian tersebut bukan tanpa tantangan, dimana selama sembilan bulan pertama kami harus mengalami stripping ratio yang lebih tinggi akibat dari meningkatnya waste yang ditambang selama transisi pit Araren tahap 3 ke tahap 5 serta pembukaan pit Alaskar yang baru, sedikit tertundanya utilisasi penuh dari alat scats crusher yang baru, serta penyesuaian peningkatan produksi oleh kontraktor penambangan yang baru seiring dengan tibanya tambahan mesin-mesin yang baru,” katanya Ken.
Adapun, arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan sebesar USD33,9 juta pada tahun 2021, terutamanya mencerminkan pembayaran utang bank jangka panjang sebesar USD127,3 juta, sebagian diimbangi oleh hasil bersih IPO sebesar USD62,6 juta. Perseroan juga mengutilisasi fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar USD32,0 juta selama tahun 2021.
Sementara itu, jumlah utang bersih ARCI pada periode ini lebih rendah dari USD389,7 juta per akhir 2020 menjadi sebesar USD296,9 juta per akhir 2021, mencerminkan kinerja rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang secara signifikan lebih baik dari sebesar 4,1x menjadi sebesar 1,3x.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.