Share

Seleksi Bos OJK, Anggota DPR ke Mahendra Siregar: Kalau Tak Terpilih Masih Jabat Wamen?

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 320 2574299 seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen-1yiireq9eU.jpg Mahendra Siregar jalani fit and proper test OJK (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi XI mempertanyakan stastus Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Status Mahendra Siregar yang juga merupakan calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditanyakan dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Dalam tanya jawab dengan anggota DPR, banyak anggota yang mempertanyakan keputusan Mahendra, karena dirinya masih menjabat sebagai Wamenlu dan justru mengikuti proses seleksi DK OJK untuk jabatan lima tahun ke depan.

Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun pun menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan bagaimana nasib posisi Wamenlu yang diemban oleh Mahendra andaikan dirinya terpilih maupun tidak terpilih.

"Jadi, bapak ini kan anggota kabinet, nah, saya ingin tahu, karena kalau bapak terpilih ini memiliki implikasi ketatanegaraan, bapak tentunya harus mundur. Lalu, kalau tidak terpilih, apakah bapak masih tetap menjabat sebagai Wamen?," tanya Misbakhun kepada Mahendra, Rabu (6/4/2022).

Dia juga mengkritisi bahwa Mahendra ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan ke seluruh rakyat Indonesia. Misbakhun pun mempertanyakan apakah Mahendra sudah mengantongi izin dari Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, baik secara lisan ataupun tertulis dalam mengikuti proses seleksi ini.

"Saya ingin tahu wujud izinnya apa tertulis atau verbal. Proses pembicaraannya bagaimana? Biar publik bisa jelas. Kenapa? Karena kalau bapak memilih untuk mengajukan untuk menjadi Ketua DK OJK, jabatan yang telah ditunjuk Pak Presiden itu sudah tidak penting lagi saat ini," ucap Misbakhun.

Dia juga mempertanyakan alasan atau motif Mahendra di balik meninggalkan jabatan Wamenlu yang sangat penting dan ditunjuk langsung.

"Sehingga bapak merasa mempunyai kemampuan, kapasitas, knowledge, dan hal lain, sehingga bapak memilih menjadi ketua dewan komisioner OJK?," ungkap Misbakhun.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahendra pun tidak memberikan respons yang spesifik. Dia mengarahkan jawabannya ke permasalahan sektor jasa keuangan. "Sekalipun memang persoalan yang dihadapi pada konteks sektor jasa keuangan dan beberapa kasus yang mengemuka, baik skala besar, menengah kecil, dan terkait investasi ilegal dan transaksi berbasis online namun di lain pihak, sebenarnya potensi luar biasa dari sektor jasa keuangan adalah untuk keseluruhan pembangunan nasional dan pertumbuhan yang benar-benar berkelanjutan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini