Share

Dipantau BEI, Saham Emiten Pengembang Metaverse (WIRG) Naik Tidak Wajar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 278 2577435 dipantau-bei-saham-emiten-pengembang-metaverse-wirg-naik-tidak-wajar-yijKq1X1Nh.jpg Saham WIR Asia Naik di Luar Kewajaran. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Saham PT WIR Asia Tbk (WIRG) masuk radar pantauan akibat terjadi peningkatan harga saham yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten emiten pengembang metaverse ini menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan Senin (11/4/2022) di Rp685 atau melonjak 24,54%. Sejak listing perdana pada 4 April 2022 lalu hingga Senin kemarin, saham WIRG selalu ARA.

Baca Juga: BEI Soroti Kenaikan Saham Tidak Wajar Metro Healthcare (CARE)

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham WIRG yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini, Kenapa?

Informasi terakhir mengenai WIRG adalah informasi tanggal 1 April 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait pencatatan saham dari penawaran umum

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham WIRG tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini