JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) membukukan laba konsolidasi sebesar Rp4,64 triliun di 2021.
Pencapaian tersebut meningkat Rp5,73 triliun atau sekitar 500% dibandingkan laba perusahaan pada tahun 2020 lalu, di mana saat itu PTPN Group masih mengalami kerugian sebesar Rp1,14 triliun.
Capaian laba bersih konsolidasian tersebut diperoleh dari penjualan sebesar Rp53,57 triliun atau 32% di atas pencapaian tahun lalu.
Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp14,18 triliun, atau naik sebesar 206,69% dibandingkan tahun lalu, atau 124,26% di atas yang dianggarkan pada tahun 2021.
Baca Juga: Holding PTPN III Kantongi Laba Bersih Rp2,9 Triliun, Meroket 236%
Peningkatan kinerja perusahaan ini adalah buah dari keberhasilan program transformasi yang telah dijalankan perusahaan sejak 2 tahun terakhir.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyatakan, upaya transformasi PTPN berhasil memberikan dampak positif pada kinerja keuangan PTPN Group pada tahun 2021. Peningkatan laba bersih perusahaan ditunjang oleh peningkatan pendapatan perusahaan, dari Rp39,39 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp53,57 triliun atau 36,00 % di atas pencapaian tahun lalu.
"Kami akan terus memacu pertumbuhan pendapatan usaha, melalui peningkatan produksi dan produktivitas, serta optimalisasi operasional baik di hulu maupun hilir. Pada komoditas tebu dan gula misalnya, kami akan fokus meningkatkan produktivitas lahan tebu serta merevitalisasi pabrik gula melalui anak perusahaan yang kami dirikan yaitu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN)," kata Ghani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/4/2022).