Share

Dari Rugi, Holding Perkebunan Kantongi Laba Rp4,6 Triliun di 2021

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 278 2577767 dari-rugi-holding-perkebunan-kantongi-laba-rp4-6-triliun-di-2021-dvr8uFfFAs.jpg Holding BUMN Perkebunan Kantongi Laba (Foto: Okezone)

JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) membukukan laba konsolidasi sebesar Rp4,64 triliun di 2021.

Pencapaian tersebut meningkat Rp5,73 triliun atau sekitar 500% dibandingkan laba perusahaan pada tahun 2020 lalu, di mana saat itu PTPN Group masih mengalami kerugian sebesar Rp1,14 triliun.

Capaian laba bersih konsolidasian tersebut diperoleh dari penjualan sebesar Rp53,57 triliun atau 32% di atas pencapaian tahun lalu.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp14,18 triliun, atau naik sebesar 206,69% dibandingkan tahun lalu, atau 124,26% di atas yang dianggarkan pada tahun 2021.

Baca Juga: Holding PTPN III Kantongi Laba Bersih Rp2,9 Triliun, Meroket 236%

Peningkatan kinerja perusahaan ini adalah buah dari keberhasilan program transformasi yang telah dijalankan perusahaan sejak 2 tahun terakhir.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyatakan, upaya transformasi PTPN berhasil memberikan dampak positif pada kinerja keuangan PTPN Group pada tahun 2021. Peningkatan laba bersih perusahaan ditunjang oleh peningkatan pendapatan perusahaan, dari Rp39,39 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp53,57 triliun atau 36,00 % di atas pencapaian tahun lalu.

"Kami akan terus memacu pertumbuhan pendapatan usaha, melalui peningkatan produksi dan produktivitas, serta optimalisasi operasional baik di hulu maupun hilir. Pada komoditas tebu dan gula misalnya, kami akan fokus meningkatkan produktivitas lahan tebu serta merevitalisasi pabrik gula melalui anak perusahaan yang kami dirikan yaitu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN)," kata Ghani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Restrukturisasi organisasi, resrukturisasi utang, program transformasi EBITDA , serta transformasi digital, menjadi faktor utama keberhasilan transformasi PTPN Group. Restrukturisasi organisasi dilakukan dengan mengubah dari sebelumnya strategic holding menjadi operating holding.

Selain itu, PTPN Holding melakukan transformasi digital sehingga dapat mengeskalasi tingkat efisiensi dan efektivitas pekerjaan agar lebih optimal. Salah satu program kunci transformasi yang paling berperan adalah restrukturisasi utang, di mana PTPN Holding melakukan perbaikan kinerja keuangan agar tercapai bisnis yang berkelanjutan, komprehensif, dan transparan.

PTPN Group juga mampu memperbaiki kesehatan finansial perusahaan. Salah satunya adalah menurunkan liabilitas jangka pendek melalui program restrukturisasi utang kepada perbankan.

Pada tahun 2020, total liabilitas jangka pendek jatuh tempo sebesar Rp38,19 triliun, pada tahun 2021 turun menjadi Rp 20,03 triliun. Turunnya liabilitas jangka pendek ini membuat manajemen mampu membiayai ekspansi bisnis, dan memperbaiki arus kas (cash flow), serta memberikan ruang kepada perusahaan untuk meningkatkan belanja modal.

“Program transformasi EBITDA yang mulai digulirkan pada awal triwulan II tahun 2021, juga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian kinerja di tahun 2021. Hasilnya adalah tercapainya peningkatan revenue dan efisiensi biaya dan operasional dengan melakukan perbaikan-perbaikan fundamental untuk keberlangsungan bisnis sehingga dapat menjadi juara ,” ujar Ghani.

Pada tahun 2021 total produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mencapai 12,47 juta ton, meningkat 13,36% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan produksi TBS diikuti oleh peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO) yaitu sebesar 2,68 juta ton, meningkat 12,57% dibandingkan pada tahun 2020.

Di samping itu terjadi peningkatan produktivitas TBS dan CPO masing-masing menjadi 21,07 ton/ha dan 4,83 ton/ha, atau masing-masing meningkat 7,18% dan 7,51% dari tahun 2020. Terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) komoditi sawit terjadi penurunan dari Rp4.161/kg menjadi Rp3.956.

Kondisi tersebut juga didukung oleh realisasi harga jual rata-rata CPO PTPN pada tahun 2021 sebesar Rp11.293/kg, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai rata-rata Rp8.521/kg, sehingga berdampak kepada peningkatan pendapatan dan laba korporasi cukup signifikan.

Untuk komoditi karet, realisasi total produksi karet pada tahun 2021 adalah sebesar 171 ribu ton atau meningkat 7,21% dibandingkan pada tahun 2020. Sementara produksi gula pada tahun 2021 adalah 768,6 ribu ton atau meningkat 9,42% dari tahun sebelumnya.

“Program transformasi yang kami lakukan terbukti mampu mengakselerasi peningkatan produksi dan produktivitas komoditi utama PTPN yang berdampak pada semakin baiknya kinerja finansial perusahaan. Hal ini tidak terlepas juga dari kenaikan harga jual rata-rata komoditi PTPN Group terutama untuk komoditi sawit," ungkap Ghani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini