Share

Sosok di Balik Bisnis Kinder Joy, Ada Crazy Rich Berharta Rp513 Triliun

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 14 April 2022 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 455 2579028 sosok-di-balik-bisnis-kinder-joy-ada-crazy-rich-berharta-rp513-triliun-m8wFRpWJF0.jpg Sosok di Balik Bisnis Kinder Joy (Foto: Straits Times)

JAKARTA - Sosok orang terkaya di balik bisnis Kinder Joy. Kini peredaran Kinder Joy di Indonesia dihentikan sementara, bahkan minimarket menghentikan penjualan Kinder Joy.

Tak hanya di Indonesia, peredaran Kinder Joy juga ditarik di beberapa negara.

Hal ini dikarenakan Kinder Joy dilaporkan ada dugaan terkontaminasi bakteri Salmonella.

Kinder Joy dimiliki perusahaan Ferrero Group asal Italia. Perusahaan ini dimiliki Giovanni Ferrero. Giovanni Ferrero masuk daftar orang terkaya di dunia 2022 versi Forbes.

Kini kekayaannya mencapai USD35,9 miliar atau setara Rp513 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Dengan kekayaan ini, Giovanni Ferrero menempati peringkat 36 dalam daftar orang terkaya dunia 2022 versi Forbes. Demikian seperti dilansir Forbes, Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Baca Juga: Kinder Joy Ditarik dari Peredaran Gegara Salmonella, Minimarket Stop Penjualan

Giovanni Ferrero menduduki Executive Chairman Ferrero Group yang membukukan penjualan USD14 miliar atau Rp200 triliun pada 2021.

Ferrero Group bergerak di sektor makanan ringan seperti selai cokelat hazelnut Nutella. Selain Nutella, Ferrero Group juga merupakan produsen produk makanan ringan lainnya yang mendunia seperti Ferrero Rocher, Kinder Joy, Tic Tac, Butterfinger, dan BabyRuth.

Giovanni pernah menjabat sebagai co-CEO dengan saudaranya, Pietro yang meninggal karena serangan jantung pada tahun 2011.

Pada tahun 2017, Giovanni mengundurkan diri sebagai CEO tetapi tetap sebagai kExecutive Chairman untuk fokus pada strategi perusahaan.

Ferrero mengakuisisi seluruh bisnis manisan Nestle di AS pada 2018 senilai USD2,8 miliar.

Fererro adalah perusahaan keluarga yang didirikan pada 1949 bertepatan dengan Perang Dunia I. Sebelum melahirkan merek Nutella, perusahaan itu telah mengeluarkan merek olesan roti lainnya yaitu Superscrema pada 1951.

Sang pendiri Ferrero adalah Pietro Ferrero. Pada tahun 1923, Pietro Ferrero membuka sebuah toko kue di Dogliani, barat laut Italia. Tahun berikutnya dia menikah dengan Piera Cillario yang berusia 21 tahun, dan melahirkan seorang putra, Michele, pada tahun 1925.

Keluarga ini menghabiskan dekade berikutnya untuk berpindah antar kota. Meskipun berpindah tempat, Pietro tetap mengasah kemampuannya di toko kue. Kemudian, pada tahun 1938, dia pindah ke Afrika Timur dengan rencana untuk menjual biskuit untuk tentara Italia yang dikirim ke sana oleh Mussolini. Sayangnya, upaya itu gagal, sehingga Pietro memutuskan pulang ke negaranya. Pada saat Perang Dunia II dimulai, keluarga tersebut telah menetap di perbukitan yang tenang di Alba.

Pada tahun tersebut, Pietro mulai menemukan sukses terbesar. Dengan dorongan adiknya, dia mulai bereksperimen membuat alternatif yang murah untuk cokelat. Sebab, pada saat perang Italia, coklat adalah barang mewah dan sangat dibatasi.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menargetkan proses uji sampel produk Kinder di Indonesia untuk mengetahui kemungkinan cemaran bakteri Salmonella rampung pada pekan ketiga April 2022.

"Kami sudah uji sampling sejak Jumat (8/4) di banyak tempat dan hasilnya kami laporkan pekan ketiga April," kata Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual.

Dia mengatakan BPOM telah menghentikan sementara peredaran produk Kinder dengan sejumlah varian di Indonesia, di antaranya Kinderjoy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls.

BPOM mengharuskan pelaku usaha produk Kinder yang memiliki izin edar untuk menghubungi seluruh distributor se-Indonesia agar melakukan penarikan barang secara mandiri dengan diawasi BPOM di seluruh kota/kabupaten.

Dia mengatakan bakteri Salmonella (non-thypoid) umumnya berada air dan mengontaminasi bahan baku produksi.

"Bisa bahan bakunya, proses pencucian tidak higienis, atau melalui tangan, itu sangat berisiko," katanya.

Salmonella dilaporkan otoritas kesehatan di Inggris dapat memicu gejala ringan, seperti diare, demam, dan kram perut bagi yang mengonsumsi.

Keputusan BPOM menyetop sementara peredaran produk Kinder dilatarbelakangi prinsip kehati-hatian untuk melindungi konsumen menyusul upaya yang sama juga dilakukan Food Standard Agency (FSA) Inggris beserta sejumlah negara di Eropa, antara lain Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia.

Produk yang ditarik di luar negeri adalah produk cokelat merek Kinder Surprise dalam kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi tiga masing-masing 20 gram, dengan batas kedaluwarsa masing-masing produk sampai dengan 7 Oktober 2022.

Inggris juga memperluas cakupan penarikan produk dengan menambahkan beberapa varian, yaitu produk merek Kinder Surprise kemasan 100 gram, Kinder Mini Eggs kemasan 75 gram, Kinder Egg Hunt Kit kemasan 150 gram, dan Kinder Schokobons kemasan 200 gram dengan batas kedaluwarsa 20 April hingga 21 Agustus 2022.

Penny memastikan bahwa fasilitas produksi Kinder yang beredar di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD.

"Hati-hati dengan produk Kinder dari 'online' (daring) karena tidak ada yang bertanggung jawab pada kandungan di dalamnya," katanya

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini