Share

5 Fakta Harga Pertalite Dikabarkan Naik Rp3.000, Nomor 3 Penjelasan Pertamina

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 15 April 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 15 320 2579487 5-fakta-harga-pertalite-dikabarkan-naik-rp3-000-nomor-3-penjelasan-pertamina-oQ2YNAXoPT.jpg Isu Harga BBM Pertalite Bakal Naik. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Sinyal kenaikan harga akan terjadi pada BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Bahkan beredar kabar usulan kenaikan Pertalite Rp2.000-Rp3.000.

Meski Pertamina membantah usulan besaran kenaikan tersebut. Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai kenaikan harga Pertalite dan Solar merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait harga Pertalite, Jumat (15/4/2022):

1. Sinyal Kenaikan Pertalite

Menteri ESDM menjelaskan ketegangan geopolitik global yang terbaik saat ini telah menyebabkan harga minyak mentah dunia melambung tinggi yang menyebabkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2022 mencapai USD98,4 per barel.

Baca Juga: Harga Pertalite Dikabarkan Naik Rp3.000, Ini Kata Pertamina

Menurut dia, angka ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya mengasumsikan sebesar USD63 per barel.

"Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai USD839,6 per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar USD569 per metrik ton," jelas Arifin.

Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar, pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota dua jenis BBM bersubsidi tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Usulan Kenaikan Pertalite Rp2.000-Rp3.000

Sinyal kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar kembali mencuat. Dikabarkan BBM RON 90 akan naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter.

3. Komentar Pertamina

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting mengatakan, perseroan belum mengetahui soal usulan besaran kenaikan harga BBM dari siapapun.

Baca Juga: YLKI Ungkap Dampak Mengerikan jika Tarif Listrik, Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Naik

"Usulan dari siapa? belum ada info (besaran kenaikan),"tanya Irto saat dihubungi Okezone.

Dia menegaskan, penyesuaian harga BBM menjadi kewenangan pemerintah. Oleh karena itu, Pertamina hanya menerima instruksi dari pemerintah dalam hal penyesuaian harga bahan bakar.

4. Hati-Hati dengan Kenaikan Pertalite

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah berada di posisi serba salah karena kenaikan harga tersebut.

"Kenaikan harga minyak dunia akan dibarengi dengan kenaikan ICP (Indonesian Crude Price/minyak mentah Indonesia) di mana tiap kenaikan USD1 ICP akan berdampak pada beban subsidi dan kompensasi yang harus dibayarkan ke Pertamina dan PLN," ungkapnya kepada MNC Portal Indonesia.

Dia menyebut pemerintah tidak boleh langsung menaikkan harga kebutuhan secara berbarengan karena masyarakat yang baru memulai kembali roda perekonomian setelah hampir 2 tahun dilanda pandemi.

Kini, kenaikan harga seperti PPN 11% dan BBM Pertamax membuat masyarakat menjerit. Apalagi harga sembako ikut naik jelang Idul Fitri 2022.

"Pengeluaran Idul Fitri pastinya akan lebih besar dibandingkan bulan lain. Setelah itu, bulan Juni akan memasuki tahun ajaran baru, di mana ada pengeluaran biaya sekolah anak. Jadi bisa dibayangkan beban yang harus ditanggung jika dilakukan kenaikan dalam waktu dekat," ungkapnya.

5. Kuota Pertalite Ditambah

Pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14% pada periode Januari sampai Maret 2022.

Sedangkan, kuota solar diusulkan bertambah sebanyak 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter. Pemerintah menambah kuota solar subsidi karena BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9,49% periode Januari sampai Maret 2022 akibat peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan karena harga komoditas global yang naik.

Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022, sehingga menyisakan kuota Pertalite sebanyak 16,57 juta kiloliter. Adapun volume kuota Solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan kuota sebanyak 11,02 juta kiloliter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini